EMPOWERS IDR

Penelusuran Data IDR
Telusuri data di dalam IDR kami menggunakan fungsi penelusuran lengkap (advanced).
Update Data IDR Terbaru

Lihat data yang sudah kami tambahkan ke IDR dalam seminggu terakhir.
Pedoman Unggah Mandiri
Sebelum mengupload dokumen, pastikan membaca Pedoman Unggah Mandiri untuk Depositor.
Traffic Pengunjung

Lihat traffic IDR kami. Dari mana mereka datang, device yang dipakai, konten apa saja yang mereka akses - cari, etc.

Kepemimpinan Kepala Madrasah/ Sekolah Berbasis Nilai dalam Meningkatkan Mutu Madrasah Ibtidaiyah dan Sekolah Dasar di Tapin (Studi Multi Kasus di MI Muhammadiyah Rantau dan SDN Rantau Kiwa 1)

MUJTAHIDUN, MUJTAHIDUN (2015) Kepemimpinan Kepala Madrasah/ Sekolah Berbasis Nilai dalam Meningkatkan Mutu Madrasah Ibtidaiyah dan Sekolah Dasar di Tapin (Studi Multi Kasus di MI Muhammadiyah Rantau dan SDN Rantau Kiwa 1). Tesis, Pascasarjana.

[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (143kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB IV.pdf

Download (103kB) | Preview

ABSTRAK

Mujtahidun, 2013. Kepemimpinan Kepala Madrasah/ Sekolah Berbasis Nilai dalam Meningkatkan Mutu Madrasah Ibtidaiyah dan Sekolah Dasar di Tapin (Studi Multi Kasus di MI Muhammadiyah Rantau dan SDN Rantau Kiwa 1). Tesis, Program Studi Pendidikan Agama Islam. Konsentrasi Manajemen Pendidikan Agama Islam Program Pascasarjana, Institut Agama Islam Negeri Antasari Banjarmasin. Pembimbing (1) Prof.Dr.H.Kamrani Buseri, MA dan Pembimbing (II) Dr.H.Ridhahani Fidzi, M.Pd Kata Kunci: Kepemimpinan kepala sekolah, berbasis nilai, mutu pendidikan. Tuntutan akan pendidikan bermutu semakin hari semakin kuat. Sebagai pemimpin proses pendidikan di tingkat mikro, kepala sekolah mempunyai peran strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan demi mewujudkan sekolah-sekolah unggul yang diminati masyarakat. Sejalan dengan perihal tersebut, muncul persoalan utama yang dihadapi oleh dunia pendidikan sekarang ini, adalah menurunnya moralitas peserta didik sebagai dampak langsung dari pergeseran nilai yang memudarkan budaya malu di masyarakat. Berangkat dari pandangan tersebut, penulis terdorong untuk meneliti lebih lanjut tentang kepemimpinan kepala madrasah/ sekolah berbasis nilai dalam meningkatkan mutu pendidikan di dua lembaga pendidikan dasar unggul di Tapin. Kedua lembaga pendidikan dasar yang menjadi pilihan peneliti tersebut memiliki latar belakang sejarah dan sistem organisasi yang berbeda. Keduanya adalah MI Muhammadiyah Rantau dan SDN Rantau Kiwa 1 Kabupaten Tapin. Fokus penelitian ini tertuju pada dua hal, yaitu: a) perencanaan kepemimpinan kepala madrasah/ sekolah berbasis nilai dalam meningkatkan mutu Madrasah Ibtidaiyah dan Sekolah Dasar dan b) strategi kepemimpinan kepala madrasah/sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan. Untuk menjawab fokus penelitian tersebut, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi multikasus. Dengan rancangan ini, peneliti berharap keutuhan fenomena yang terjadi di kedua lembaga pendidikan tersebut dapat dipertahankan. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi: a) wawancara mendalam; b) observasi partisipan; dan c) studi dokumentasi. Data yang terkumpul melalui ketiga teknik tersebut diorganisasi, ditafsir, dan dianalisis secara berulang-ulang, selanjutnya dilakukan analisis lintas kasus guna menyusun konsep dan abstraksi temuan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: pertama, dalam perencanaan kepemimpinannya, kedua kepala sekolah tidak secara khusus mendeklarasikan bahwa kepemimpinannya berbasis nilai. Kedua kepala sekolah sama-sama menjadikan visi sekolah sebagai alat untuk mengarahkan warganya memiliki nilai-nilai Islami dan unggul dalam berprestasi, dan tujuan sekolah. Tekait nilai kepemimpinan, kedua kepala sekolah sepakat menanamkan nilai-nilai unggul dan Islami di sekolah untuk diyakini warga sekolah dan dimanifestasikan dalam perilaku sehari-hari sehingga dapat menumbuhkan budaya berprestasi di sekolah. Berikut urutan nilai yang mengemuka di kedua sekolah tersebut: a) nilai kedisiplinan, b) nilai Islami, 3) nilai keteladan, 4) nilai keihklasan dan tanggung jawab atau nilai cinta kasih, dan 5) kedekatan emosional. Perbedaan nilai kepemimpinan yang mengemuka adalah: a) nilai kompetitif dan penghargaan, b) nilai kebijakan, c) nilai keterbukaan, dan d) nilai kesamaan. Kedua, kedua kepala sekolah sama-sama menerapkan Kurukulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan mendorong upaya-upaya kreatif guru dan siswa dalam proses pembelajaran dengan mengelaborasikan sumber-sumber belajar. Terhadap mutu kesiswaan, kedua kepala sekolah menyeleksi calon input sekolah. Adapun terhadap guru dan karyawan, kedua kepala sekolah memberdayakan guru dan karyawan melalui kegiatan rutin dan dan temporal yang diisi dengan kegiatan-kegiatan pemberdayaan di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Sedangkan pada sarana dan prasarana, kedua kepala sekolah berupaya melengkapi sarana dan prasarana yang kurang secara bertahap dengan skala prioritas.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: L Education > L Education (General)
Depositing User: atailah atay wahdah
Date Deposited: 03 Aug 2015 05:13
Last Modified: 03 Aug 2015 05:13
URI: http://idr.iain-antasari.ac.id/id/eprint/931

Actions (login required)

View Item View Item