EMPOWERS IDR

Penelusuran Data IDR
Telusuri data di dalam IDR kami menggunakan fungsi penelusuran lengkap (advanced).
Update Data IDR Terbaru

Lihat data yang sudah kami tambahkan ke IDR dalam seminggu terakhir.
Pedoman Unggah Mandiri
Sebelum mengupload dokumen, pastikan membaca Pedoman Unggah Mandiri untuk Depositor.
Traffic Pengunjung

Lihat traffic IDR kami. Dari mana mereka datang, device yang dipakai, konten apa saja yang mereka akses - cari, etc.

Hukum Penggunaan Media Sosial Bagi Wanita Dalam Masa ‘Iddah dan Ihdâd (Perspektif Qiyâs)

Affan, Affan (2017) Hukum Penggunaan Media Sosial Bagi Wanita Dalam Masa ‘Iddah dan Ihdâd (Perspektif Qiyâs). Tesis, Pascasarjana.

[img] Text
PERNYATAAN.pdf

Download (217kB)
[img] Text
AWAL.pdf

Download (865kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (201kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (640kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (842kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (313kB)
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (540kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (127kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (162kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (173kB)

ABSTRAK

Pada masa sekarang media sosial telah menjadi gaya hidup masyarakat dan kegiatan mengunggah foto, video atau lainnya sudah menjadi kebiasaan yang melekat pada masyarakat modern. Kegiatan menggugah foto dan sebagainya sendiri beragam, ada yang sekedar ingin mengganti display picture akun media sosialnya, ada pula yang merekam kegiatan sehari-hari untuk diunggah dan dibagikan kepada orang lain. Ketika mengunggah foto yang dibagikan kepada orang lain di dunia maya, tentunya seseorang akan berusaha terlihat dengan penampilan yang menarik. Kegiatan semacam ini tidak menutup kemungkinan dilakukan oleh wanita yang masih dalam masa ‘iddah dan ihdâd setelah kematian suaminya, mengingat kenyataan bahwa media sosial sudah menjadi bagian kehidupan masyarakat, sementara aturan hukum mengharuskannya untuk berkabung atas kematian suaminya dengan menetap di rumah dan tidak bersolek. Ditambah lagi kenyataan bahwa konsekuensi menjadi komunitas maya adalah kebebasan. Kebebasan ini ternyata membawa dampak positif dan negatif bagi penggunanya. Ibarat pisau bermata dua, di satu sisi layanan yang tersedia memberi manfaat besar, di sisi lain bisa menjadi bencana. Dari sini muncul pertanyaan bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap kegiatan seperti tersebut di atas, sedangkan nash al-Qur’an maupun hadits tidak mengatur tentang hukumnya. maka untuk mengetahui jawaban mengenai hukum permasalahan tersebut dapat diketahui dengan melakukan kajian hukum Islam melalui metode qiyâs. Dalam penelitian yang merupakan penelitian normatif atau penelitian hukum kepustakaan ini, dilakukan penelitian dengan menkaji bahan-bahan pustaka untuk mengetahui bagaimana menurut hukum Islam mengenai persoalan penggunaan media sosial oleh wanita dalam masa ‘iddah dan ihdâd berupa mengunggah foto yang menampilkan kecantikan, dengan cara melakukan penqiyâsan terhadap kegiatan mengunggah tersebut, kepada larangan keluar rumah dan merias diri. Hasil dari penelitian hukum ini adalah bahwa penggunaan media sosial berupa mengunggah foto yang menampilkan kecantikan oleh wanita dalam masa ‘iddah dan ihdâd merupakan perbuatan yang terlarang dan tidak dibenarkan dalam hukum Islam. Hukum pelarangan ini didasari dalil qiyâs terhadap larangan keluar rumah dan merias diri bagi wanita dalam masa ‘iddah dan ihdâd karena terdapat kesamaan ‘illah, yaitu etika dan kesopanan istri dengan menunjukkan rasa duka dan berkabung atas kematian suami. Bentuk qiyâs pada permasalahan ini adalah qiyas al-sabr, jaly dan aulawy.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman
K Law > K Law (General)
Depositing User: Affan Affan Affan
Date Deposited: 04 Sep 2017 06:47
Last Modified: 04 Sep 2017 06:47
URI: http://idr.iain-antasari.ac.id/id/eprint/8707

Actions (login required)

View Item View Item