EMPOWERS IDR

Penelusuran Data IDR
Telusuri data di dalam IDR kami menggunakan fungsi penelusuran lengkap (advanced).
Update Data IDR Terbaru

Lihat data yang sudah kami tambahkan ke IDR dalam seminggu terakhir.
Pedoman Unggah Mandiri
Sebelum mengupload dokumen, pastikan membaca Pedoman Unggah Mandiri untuk Depositor.
Traffic Pengunjung

Lihat traffic IDR kami. Dari mana mereka datang, device yang dipakai, konten apa saja yang mereka akses - cari, etc.

Epistemologi Keilmuwan Al Ghazali dan Implikasinya Terhadap Konsep Pendidikan Islam

Mahdany, Diny (2017) Epistemologi Keilmuwan Al Ghazali dan Implikasinya Terhadap Konsep Pendidikan Islam. Disertasi, Pascasarjana.

[img] Text
PERNYATAAN.pdf

Download (731kB)
[img] Text
Awal.pdf

Download (154kB)
[img] Text
Abstrak.pdf

Download (153kB)
[img] Text
Bab I.pdf

Download (281kB)
[img] Text
Bab II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (347kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (261kB)
[img] Text
Bab IV.pdf

Download (850kB)
[img] Text
Bab V.pdf

Download (548kB)
[img] Text
Bab VI.pdf

Download (97kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (122kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (63kB)

ABSTRAK

Diny Mahdany, NIM: 13003520032. Epistemologi Keilmuwan Al Ghazāli dan Implikasinya Terhadap Konsep Pendidikan Islam, di bawah bimbingan I: Prof. Dr. H. Asmaran As. MA dan II: Prof. Dr. H. Mahyuddin Barni, M.Ag, pada Pasasarjana IAIN Antasari Banjarmasin, Tahun 2017. Kata kunci : Epistemologi Ilmu, al Ghazāli, Konsep Pendidikan Islam. Epistemologi keimuwan Islam secara faktual harus terus dikembangkan untuk menemukan bentuk yang paling ideal. Sepanjang sejarah Islam, salah satu tokoh yang paling berpengaruh dalam pemikiran Islam adalah al Ghazāli . Dalam perjalanan intelektualnya al Ghazāli mengalami paling tidak tiga sistem pemahaman agama, yaitu ilmu fikih yang formalistik, ilmu kalam yang rasional dan ilmu tasawuf yang intuitif, tiga sistem yang tidak saja berbeda tetapi juga secara metodologis bertentangan. Pada tiga sistem ini al Ghazāli memiliki metode, struktur keilmuan dan epistemologi yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara objektif mengenai epistemologi keilmuwan al Ghazāli , serta implikasinya terhadap konsep pendidikan Islam. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka dengan pendekatan historis – filosofis, data diperoleh dari sumber data primer yaitu kitab: al Munqidz min al Dhalāl, Ihya ‘Ulum al dîn, al Maqāshîd al Falāsifah, Tahāfut al Falāsifah, al Risālah al ladunniyah, dan beberapa karya al Ghazāli lainnya. Sumber data sekunder diperoleh dari buku Mustafa Abu Sway: A Study in islamic epistemology al Ghazāli , dan beberapa buku lainnya. Analisis data dilakukan dengan mengumpulkan, mencatat, dan mengklarifikasi, kemudian dilakukan analisisa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa struktur klasifikasi keilmuwan al Ghazāli terbagi menjadi beberapa klasifikasi yaitu ilmu-ilmu teoretis dan praktis, ilmu hudhūri dan ilmu hushūli, klasifikasi ilmu syar'iyah dan 'aqliyah, dan klasifikasi ilmu menjadi ilmu-ilmu fardh ‘ain dan fardhu kifāyah. Al Ghazāli berpendapat bahwa manusia mempunyai potensi untuk memperoleh ilmu melalui pancaindra, akal dan intuisi. Pancaindra bekerja pada wilayah fisis sensual, dan berhenti pada batas kawasan akal. Akal bekerja dikawasan abstrak dengan memanfaatkan input dari pancarindra melalui khayal dan wahm, berhenti pada ranah transdental. Pengetahuan intuisi pada wilayah pengetahuan Allah dan rasul Nya diperoleh penjelasannya melalui mukāsyafah – musyāhadah. Cara memperoleh ilmu menurut al Ghazāli yaitu teori iktisabi, yakni bahwa ilmu diperoleh dengan cara belajar dan penelitian, dan teori ilhami, yakni bahwa ilmu diperoleh malalui ilham dengan proses mujahadah (perjuangan spiritual), yaitu takhliyah dan taĥliyah. Implikasi al Ghazāli terhadap konsep pendidikan Islam adalah sebagai berikut: dalam tujuan pendidikan Islam, pendapat al Ghazāli ilmu harus dipahami, kemudian diamalkan sehingga akhirnya bisa berbuah sifat – sifat yang terpuji, dengan tujuan akhir agar manusia memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat. Dalam hal kelembagaan pendidikan Islam, ditemukan bahwa pesantren adalah merupakan salah satu dari penerapan pemikiran pendidikan al Ghazāli. Dalam kurikulum al Ghazāli bersifat holistik dimana terdapat kolaborasi antara syar’iyah dengan ‘aqliyah sehingga terbentuk komposisi kurikulum yang seimbang antara ‘ulum syar’iyah dan ‘ulum ghairu syar’iyah. Dalam hal evaluasi pendidikan al Ghazāli bersifat pragmatis, dia berpendapat bahwa evaluasi pendidikan terjadi pada kehidupan sehari – hari bukan sekedar melalui ujian diatas kertas, namun evaluasi langsung praktek pada kehidupan sehari – hari akan lebih tepat sasaran.

Item Type: Disertasi
Subjects: L Education > L Education (General)
Depositing User: Diny Mahdany Diny
Date Deposited: 25 Aug 2017 06:11
Last Modified: 25 Aug 2017 06:11
URI: http://idr.iain-antasari.ac.id/id/eprint/8558

Actions (login required)

View Item View Item