EMPOWERS IDR

Penelusuran Data IDR
Telusuri data di dalam IDR kami menggunakan fungsi penelusuran lengkap (advanced).
Update Data IDR Terbaru

Lihat data yang sudah kami tambahkan ke IDR dalam seminggu terakhir.
Pedoman Unggah Mandiri
Sebelum mengupload dokumen, pastikan membaca Pedoman Unggah Mandiri untuk Depositor.
Traffic Pengunjung

Lihat traffic IDR kami. Dari mana mereka datang, device yang dipakai, konten apa saja yang mereka akses - cari, etc.

Hadis Tentang Berkumur Setelah Minum Susu (Kajian Fiqh al-Hadîts)

Siti, Rahmah (2015) Hadis Tentang Berkumur Setelah Minum Susu (Kajian Fiqh al-Hadîts). Skripsi, Ushuluddin dan Humaniora.

[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (494kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (521kB) | Preview

ABSTRAK

Siti Rahmah,1101421128, Hadis Tentang Berkumur Setelah Minum Susu (Kajian Fiqh al-Hadîts), Pembimbing (I) Dr. Dzikri Nirwana, M. Ag. Dan pembimbing (II) Dra. Hj. Noor Ainah, M. Fil. I. Kata Kunci: Susu, fiqh al-hadîts, Lemak dan Berkumur. Susu adalah minuman yang sehat dan sempurna, bahkan mungkin paling sempurna bagi manusia. Nikmat Allah yang diberikan kepada hamba-Nya dalam susu sebagai minuman, besarnya rahmat Allah bagi hamba-Nya, dan kekuasaan Allah dalam menciptakan makanan di alam ini, karena susu mengandung semua bahan dasar yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Susu mengandung zat gula, lemak, garam, mineral, besi, yodium, vitamin A, vitamin B, dan vitamin C. Penelitian ini dilatarbelakangi hadis Nabi saw. bahwa berkumur setelah minum susu itu dianjurkan, sebab di dalam susu mengandung lemak yang dapat mengganggu kesehatan gigi dan mulut. Dari sinilah, penelitian ini berangkat, yakni berusaha untuk mengetahui dan mencari pemahaman (fiqh al-hadîts) secara tekstual dan kontekstual hadis tentang berkumur setelah minum susu. Penelitian ini termasuk penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan sumber-sumber data literatur yang terkait. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan fiqh al-hadîts. Dengan metode deskriptif, penulis berusaha menggambarkan satu topik secara lebih detail, utuh, dan sistematis. Adapun langkah-langkahnya: 1) Menentukan tema hadis dalam penelitian. 2) Menghimpun hadis-hadis yang terkait dengan tema berkumur setelah minum susu. 3) Mengumpulkan sejumlah bahan dan referensi yang terkait dengan tema yang diteliti. 4) Menganalisa hadis-hadis tersebut melalui pemahaman ulama yang tercantum dalam kitab-kitab syarh hadis, termasuk menganalisa dengan melihat petunjuk Alquran serta situasi dan kondisi pada masa Nabi saw. dan masa sekarang. 5) Menyimpulkan hasil penelitian. Setelah dilakukan penelitian, maka diperoleh hasil sebagai berikut: a. Secara tekstual, hadis tentang berkumur setelah minum susu terdapat pada kutub at-tis‘ah, hadis-hadisnya berkualitas shahîh dan hasan shahîh. Dalam pemaknaan bahasa berdasarkan hadis ini adalah berkumur setelah minum susu itu dianjurkan, sebab di dalam susu mengandung lemak. Selain itu, yang menyebabkan berkumur tersebut bukan hanya karena ada ‘illah, akan tetapi karena air susunya itu sendiri, sehingga dianjurkannya berkumur setelah minum susu agar kebersihan gigi dan mulut terjaga. b. Secara kontekstual, ditinjau dari segi hukumnya adalah sunnah. Apabila ditinjau dari aspek kekinian tidak berkumur setelah minum susu tersebut bisa saja terjadi karena pada konteks sekarang ini banyaknya tersedia tempat-tempat minuman yang menyediakan susu, dan makanan atau minuman yang lain yang dicampur dengan susu, sehingga memudahkan seseorang untuk langsung memakan dan meminumnya dan tidak berkumur setelahnya. Secara kontekstual, dalam hadis Nabi saw. setelah minum susu dianjurkan dengan cara berkumur, namun juga bisa diterapkan dengan cara menyikat gigi. Sedangkan dari aspek kesehatan berkumur setelah minum susu ini tetaplah dianjurkan untuk berkumur, karena ada ‘illah (alasan) yaitu mengandung lemak, dan karena air susunya itu sendiri yang menyebabkan untuk berkumur, yang dapat mengganggu kesehatan gigi dan mulut, karena di dalam susu itu terdapat kandungan zat kapur/kalsium (Ca) yang cukup tinggi. Timbunan zat ini dapat menyebabkan pembentukan karang gigi yang dapat mengakibatkan gusi mudah berdarah dan terjadi infeksi. Selain itu, susu juga mempunyai efek negatif diantaranya dapat membebani kerja ginjal, mengurangi zat besi yang disimpan dalam tubuh anak-anak, meningkatkan penyakit anemia, terjadinya keterlambatan perkembangan yang kognitif, dan mengganggu petumbuhan tulang dan gigi, tulang menjadi rapuh dan mudah patah serta kejang otot.

Item Type: Skripsi
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
Depositing User: Mrs. Mur Tini
Date Deposited: 30 Jul 2015 04:07
Last Modified: 30 Jul 2015 04:07
URI: http://idr.iain-antasari.ac.id/id/eprint/827

Actions (login required)

View Item View Item