EMPOWERS IDR

Penelusuran Data IDR
Telusuri data di dalam IDR kami menggunakan fungsi penelusuran lengkap (advanced).
Update Data IDR Terbaru

Lihat data yang sudah kami tambahkan ke IDR dalam seminggu terakhir.
Pedoman Unggah Mandiri
Sebelum mengupload dokumen, pastikan membaca Pedoman Unggah Mandiri untuk Depositor.
Traffic Pengunjung

Lihat traffic IDR kami. Dari mana mereka datang, device yang dipakai, konten apa saja yang mereka akses - cari, etc.

Tasawuf KH. Ahmad Bakeri (Studi Ajaran dan Amalan)

Wahyudi, Wahyudi (2017) Tasawuf KH. Ahmad Bakeri (Studi Ajaran dan Amalan). Tesis, Pascasarjana.

[img] Text
PERNYATAAN.pdf

Download (195kB)
[img] Text
AWAL.pdf

Download (575kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (273kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (397kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (903kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (400kB)
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (2MB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (271kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (308kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (659kB)

ABSTRAK

Judul : Tasawuf KH. Ahmad Bakeri (Studi Ajaran dan Amalan) Penulis : H. Wahyudi NIM : 1402511298 Pembimbing : Prof. Dr. H. Asmaran, AS.,MA dan Dr. Dzikri Nirwana, M.Ag Diajukan pada : Pascasarjana Prodi Akhlak Tasawuf IAIN Antasari Banjarmasin Tahun : 2017 Masuk dan berkembangnya Islam di bumi Lambung Mangkurat, tak lepas dari peran da’i sufi. Bahkan tokoh penyiar agama Islam pertama di Kalimantan Selatan, Khatib Dayan, diduga sebagai ulama sufi, sehingga ajaran Islam dapat diterima oleh masyarakat Banjar, yang kala itu notabene beragama Hindu. Dengan dasar inilah, meneliti dan mempelajari seorang tokoh yang dekat dengan ajaran sufisme menjadi hal yang menarik, apapun level atau tingkatan tokoh tersebut. Penulis mencoba untuk mencari dan meneliti sosok tokoh yang sangat familiar bagi masyarakat Banjar, yaitu KH. Ahmad Bakeri atau yang lebih akrab disapa Guru Bakeri, seorang ulama yang cukup berpengaruh, seorang da’i kondang, seorang pendiri dan pimpinan pondok pesantren serta seorang organisatoris. Beliau bisa dikategorikan ulama tradisional yang cukup kental dengan dunia tasawuf. Hal ini bisa dilihat dari latar belakang pendidikan, guru-guru beliau, amalan-amalan, cara berdakwah dan materi (kitab) yang dibawakan di majelis taklim yang diasuhnya. Adapun rumusan masalah yang diteliti adalah mengetahui ajaran dan amalan tasawuf KH. Ahmad Bakeri serta corak tasawuf dari ajaran dan amalan tasawuf beliau. Penelitian ini bersifat deskriptif, yaitu penulis berupaya menggambarkan objek atau subjek yang diteliti sesuai dengan apa adanya, dengan tujuan menggambarkan secara sistematis terkait fakta dan karakteristik objek yang diteliti agar didapatkan hasil yang akurat. Penulis menggunakan metode penelitian pustaka (library research). Penelitian pustaka adalah menelusuri dan mengkaji data yang ada hubungannya dengan riwayat hidup, ajaran dan amalan KH. Ahmad Bakeri dalam tinjauan ilmu tasawuf. Untuk melengkapi data terkait objek penelitian penulis telah turun ke lapangan untuk melakukan wawancara dengan keluarga, para murid/santri dan orang terdekat beliau. Dari hasil penelitian tersebut, penulis menemukan bahwa konsep ajaran tasawuf KH. Ahmad Bakeri, baik dari definisi tasawuf, bahasan tentang syari’at, tarekat, hakekat dan ma’rifat, juga bahasan seputar maqamât dan ahwâl, maka konsep beliau memiliki kesamaan konsep dengan beberapa tokoh sufi, seperti al-Ghazali, Junaid al-Baghdadi, al-Qusyairi, Harits al-Muhasibi (guru Junaid al-Baghdadi), Abu Ali ad-Daqqâq (guru dari al-Qusyairi), Rabi’ah al-Adawiyah dan Abdul Halim Mahmud. Al-Ghazali dan al-Qusyairi dikenal sebagai tokoh tasawuf akhlaqî, sementara Junaid al-Baghdadi dan Rabi’ah al-Adawiyah dikenal sebagai tokoh tasawuf amalî. Sedangkan Abdul Halim Mahmud adalah seorang ulama modern dan Syeikh al-Azhar Mesir yang dikenal sebagai seorang sufi yang memegang teguh ajaran sunni. Dengan demikian, ajaran tasawuf KH. Ahmad Bakeri bisa dikategorikan memiliki corak tasawuf akhlaqî-amalî atau tasawuf sunni. Hal ini bisa dipahami, karena KH. Ahmad Bakeri ketika berbicara tentang tasawuf, sudah menyatakan bahwa ikutan beliau terkait tasawuf adalah imam al-Ghazali dan imam Junaid al-Baghdadî, yang merupakan simbol dan tokoh dari tasawuf akhlaqî dan amalî. Sementara amalan KH. Ahmad Bakeri berupa Dalâilu al-Khairât dan Râtib al-Haddâd tidak diragukan lagi adalah amalan yang banyak diamalkan oleh para sufi, bahkan menjadi bagian dari wirid beberapa tarekat mu’tabarah seperti tarekat Haddâdiyah dan Mulamatiyah. Dengan demikian, kedua amalan tersebut bisa dikategorikan sebagai amalan yang mu’tabarah. Demikian juga dengan amalan lainnya seperti istighfar yang dibaca menjelang maghrib, tarhim yang dibaca menjelang shalat subuh serta tahlil dan do’a, bisa dikategorikan amalan yang mu’tabarah, karena membaca ayat-ayat al-Qur’an, tahlîl, tasbîh, tahmîd, takbîr, istighfar, shalawat dan do’a-do’a yang terkandung di dalamnya adalah hal yang sudah biasa dilakukan sejak zaman Rasulullah SAW., meski ada modifikasi berupa penambahan ataupun pengurangan yang pada intinya tidak merubah atau keluar dari makna dzikir tersebut. Sebuah amalan apabila dapat dipertanggung jawabkan secara syariat, maka akan dianggap sebagai amalan yang mu’tabarah. Sehingga semua amalan KH. Ahmad Bakeri bisa dikategorikan sebagai amalan yang mu’tabarah.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
Depositing User: Haji Wahyudi Wahyudi
Date Deposited: 03 Apr 2017 02:05
Last Modified: 03 Apr 2017 02:05
URI: http://idr.iain-antasari.ac.id/id/eprint/7643

Actions (login required)

View Item View Item