EMPOWERS IDR

Penelusuran Data IDR
Telusuri data di dalam IDR kami menggunakan fungsi penelusuran lengkap (advanced).
Update Data IDR Terbaru

Lihat data yang sudah kami tambahkan ke IDR dalam seminggu terakhir.
Pedoman Unggah Mandiri
Sebelum mengupload dokumen, pastikan membaca Pedoman Unggah Mandiri untuk Depositor.
Traffic Pengunjung

Lihat traffic IDR kami. Dari mana mereka datang, device yang dipakai, konten apa saja yang mereka akses - cari, etc.

Manajemen Pendidikan Islam Pada Masa Khalifah Hârûn Ar-Rasyîd (763-809 M/148-193 H)

Muslihudin, Muslihudin (2017) Manajemen Pendidikan Islam Pada Masa Khalifah Hârûn Ar-Rasyîd (763-809 M/148-193 H). Tesis, Pascasarjana.

[img] Text
PERNYATAAN.pdf

Download (115kB)
[img] Text
AWAL.pdf

Download (387kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (70kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (316kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (433kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (974kB)
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (499kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (73kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (185kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (62kB)

ABSTRAK

Muslihudin; Manajemen Pendidikan Islam Pada Masa Khalifah Hârûn Ar-Rasyîd (763-809 M/148-193 H), di bawah bimbingan (I) Prof. Dr. H. A. Hafiz Anshari AZ, M.A. dan (II) Dr. H. Husnul Yaqin, M. Ed., Tesis, pada Program Pascasarjana IAIN Antasari Banjarmasin, 2017. Kata Kunci : Manajemen, Pendidikan Islam, Khalifah Hârûn Ar-Rasyîd. Khalifah Hârûn Ar-Rasyîd (148-193 H) telah mampu membawa negeri yang dipimpinnya ke masa kejayaan, kemakmuran, dan kesejahteraan. Bahkan, dikatakan bahwa masa kekuasaan Hârûn Ar-Rasyîd disebut-sebut oleh ahli sejarah sebagai masa keemasan Islam (the golden age of Islam). Pada masa ini, gairah cinta ilmu dan pemikiran, mengalami kemajuan yang luar biasa, sehingga melahirkan beberapa ulama dan ilmuwan Islam, seperti: Jâbir bin Hayyân (w. 197) ahli kimia, Al-Khawârizmî (w. 232 H) ahli matematika, dan Al-Kindî (w. 260 H) ahli kedokteran, termasuk 3 Imam mazhab dunia, Imam Mâlik (w. 179 H), Imam Asy-Syâfi’î (w. 204 H) dan Imam Ahmad bin Hambal (w. 241 H) hidup di masa ini. Inilah yang melatarbelakangi penulisan penelitian ini, untuk mempelajari dan mengkaji bagaimana lembaga pendidikan Islam pada masa itu dikelola. Fokus penulisan tesis ini pada Manajemen Pendidikan Islam di Masa Khalîfah Hârûn Ar-Rasyîd (148-193 H), yang ruang lingkup kajiannya pada aplikasi manajemen pendidikan Islam di lembaga-lembaga pendidikan Islam pada zaman itu, pertama, manajemen pembelajaran, kedua, manajemen evaluasi atau penilaian, dan ketiga, manajemen pembiayaan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dan metode penelitian sejarah dengan menggunakan sumber data sekunder dari kepustakaan dan bahan-bahan yang akurat, yang ada relevansinya dengan topik pembahasan. Dalam analisis data peneliti mengelompokkan lembaga-lembaga pendidikan Islam pada masa itu menjadi 2 jalur lembaga pendidikan, yaitu: Pertama, pendidikan formal, terdiri atas pendidikan dasar seperti di kuttâb umum dan kuttâb istana, pendidikan menengah di masjid, dan pendidikan tinggi seperti di lembaga pendidikan tinggi Baitul Hikmah dan rumah sakit. Kedua, pendidikan nonformal seperti di toko-toko buku, majelis-majelis kesusastraan dan di rumah-rumah para ulama. Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil temuan maka dapat disimpulkan bahwa manajemen pembelajaran pada lembaga-lembaga pendidikan Islam baik formal maupun nonformal meliputi: perencanaan pembelajaran yang dilakukan oleh nâzhir, mudîr, saudagar pemilik toko buku, khalifah dan ulamâ’, melalui penentuan masa pendidikan, materi kurikulum, dan adanya pengarahan setelah lulus. Pengorganisasian pembelajaran dilakukan dalam bentuk penentuan waktu, tempat dan hari belajar. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan oleh para pengajar seperti para muallim, muaddib, syeikh, dokter, para ilmuwan, para sastrawan pemilik toko buku pada tempat dan halaqah (lingkaran belajar) masing-masing, dengan metode lisan, tulisan dan menghafal. Sedangkan pengawasan dilakukan langsung oleh para pemilik lembaga melalui para tenaga pengajar yang telah diamanahkan, disertai tata tertib yang telah ditentukan. Manajemen penilaian pada lembaga-lembaga pendidikan Islam formal dan nonformal yang dilaksanakan oleh para muallim, muaddib, syeikh, dokter, ilmuwan, dan sastrawan pemilik toko buku, telah mengaplikasikan fungsi-fungsi penilaian, melalui penilaian proses dan penilaian hasil belajar. Dengan jenis penilaian autentik (authentic assessment) asli, nyata, dan valid, dalam bentuk pengamatan, diskusi dan tanya jawab xiv langsung, dan terakhir dengan pemberian ijazah atau syahadah sanad (mata rantai periwayatan) oleh pengajar mata pelajaran yang bersangkutan, tanpa melalui ujian tulis. Manajemen pembiayaan secara umum yang dilakukan Khalifah (Negara) yaitu; Pertama, perencanaan pendapatan dibuat oleh Khalifah (Negara) untuk jangka waktu yang panjang melalui pajak yang dikumpulkan dari berbagai wilayah Islam, setelah masing-masing wilayah memenuhi keperluannya. Kedua, pengelolaan dan pertanggungjawaban dikontrol oleh negara dengan baik melalui bait al-mâl dan lembaga wakaf kaum muslimin berdasarkan aturan syariah yang tercantum dalam Kitab Kharâj. Adapun secara khusus penyaluran sampai dengan pertanggungjawaban pembiayaan pendidikan formal dilaksanakan oleh para wali (gubernur), beserta panglima perang, kemudian di tingkat lembaga oleh nâzhir dan mudîr. Adapun di lembaga pendidikan nonformal juga tanpa dipungut biaya atau gratis, karena biaya hidup serta kesejahteraan para ulama telah ditanggung oleh Negara dan para pemilik toko buku adalah para saudagar kaya.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Management
Depositing User: Muslihudin Muslih Muslih
Date Deposited: 10 Mar 2017 06:55
Last Modified: 10 Mar 2017 06:55
URI: http://idr.iain-antasari.ac.id/id/eprint/7606

Actions (login required)

View Item View Item