EMPOWERS IDR

Penelusuran Data IDR
Telusuri data di dalam IDR kami menggunakan fungsi penelusuran lengkap (advanced).
Update Data IDR Terbaru

Lihat data yang sudah kami tambahkan ke IDR dalam seminggu terakhir.
Pedoman Unggah Mandiri
Sebelum mengupload dokumen, pastikan membaca Pedoman Unggah Mandiri untuk Depositor.
Traffic Pengunjung

Lihat traffic IDR kami. Dari mana mereka datang, device yang dipakai, konten apa saja yang mereka akses - cari, etc.

Fenomena Sinkretisme Antara Ritual Ziarah dan Tarekat Syathariyah di Pesarean Gunung Kaw

Lismiati, Lismiati (2016) Fenomena Sinkretisme Antara Ritual Ziarah dan Tarekat Syathariyah di Pesarean Gunung Kaw. Tesis, Pascasarjana.

[img] Text
PERNYATAAN.pdf

Download (416kB)
[img] Text
AWAL.pdf

Download (503kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (223kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (958kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (596kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (299kB)
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (563kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (276kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (294kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (152kB)

ABSTRAK

Fenomena Sinkretisme Antara Ritual Ziarah dan Tarekat Syathariyah di Pesarean Gunung Kawi. Pembimbing I: Prof. Dr. H. Asmaran AS., M.A. Pembimbing II: Dr. H. Mirhan AM., M.Ag. Pascasarjana, Prodi Akhlak dan Tasawuf, 2016 Kata Kunci : Sinkretisme, Tarekat Syathariyah, Pesarean Gunung Kawi dan Ritual Ziarah Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena sinkretisme yang terjadi di daerah Jawa,para pengunjung pesarean terdiri dari bermacam etnis dan budaya yang berbeda karena memang dibangun juga tempat ibadah, mulai dari klenteng, vihara, pura juga masjid atau mushola. Ziarah yang ada di pesarean gunung kawi tidak ada naskah atau buku panduan tertentu yang diwajibkan untuk dibaca pada umumnya, melainkan yang ada yaitu ritual tarekat yakni tentang zikir. Meskipun banyak aliran dan budaya yang berbeda namun di tempat tersebut dalam ritual ada unsur tasawuf yang terkandung di dalamnya, dilihat dari tujuan para peziarah yang bermaksud mendekatkan diri pada Tuhan Yang Maha Esa serta punya pikiran yang bersih. Tentang do’a-do’a Islami yang dibaca tidak terikat oleh aturan tertentu, misal pengucapan bismillah menjadi semilah, ‘alamiin menjadi ngalamiin, muhammad menjadi mukamad ini diperbolehkan atau sah saja bahkan untuk pemimpin do’a tidak harus lulusan pesantren, tetapi boleh dari latar belakang mana saja asal lancar membacakannya. Tradisi turun temurun tetap memperlihatkan adanya benang merah, yaitu hadirnya do’a-do’a islami sebagai roh serta perangkat lokal sebagai wadah dalam Islam sinkretisme. Hal inilah yang menjadi pokok permasalahan yang diteliti oleh penulis yaitu: aspek-aspek apa saja yang ada dalam ritual ziarah di pesarean Gunung Kawi, apa saja ritual ziarah yang relevan dalam tarekat syathariyah, dan bagaimana hubungan antara tarekat syathariyah dengan ritual ziarah Gunung Kawi. Bentuk penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode deskriptif analistis dan menggunakan pendekatan antropologis yang merujuk kepada aspek kognitif yang dilaksanakan di pesarean Gunung Kawi yang terletak di desa Wonosari Kecamatan Wonosari Kabupaten Malang. Aspek yang ada dalam ritual ziarah di pesarean gunung kawi salah satunya adalah setiap pengunjung atau peziarah harus mempunyai badan, hati, dan pikiran yang bersih, kemudian untuk ritualnya antara lain yaitu seorang peziarah atau pengunjung sambil menunggu waktu ritual mereka terutama yang beragama Islam mengambil wudhu yang selanjutnya melakukan sholat sunah di masjid Mbah Iman Soedjono, yang non Islam mereka masing-masing melakukan ibadah yang sesuai di tempatnya untuk selanjutnya bila sudah tiba waktunya untuk masuk ke pesarean mereka masuk dengan melepas sepatu atau sandal, saat mengikuti ritualnya dipimpin oleh seorang modin dimana untuk jadwal waktu, serta persyaratan sudah ditentukan, misalnya untuk membawa bunga, berdiam diri dibawah pohon dewa sang Maha Pencipta terhadap ndaru, termasuk membawa nasi tumpeng sebagai lambang kasih sayang pada Tuhan makhluk,intinya semua peziarah yang ingin melakukan ritual termasuk yang beragama non-Islam mengikuti apa saja yang telah disarankan dan dilakukan oleh panitia. Kemudian untuk melihat hubungan antara ritual dan tarekat syathariyah ini bisa dilihat dari zikir, semua peziarah atau pengunjung yang masuk dalam pesarean mengikuti imam, termasuk mengamini bacaan solawat, bacaan selamat, dan bacaan zikir, tarekat syathariyah menjadi bagian dalam ritual ziarah di gunung kawi, hal ini karena melihat dari asal-usul tokoh yang dimakamkan ditempat tersebut, yakni mereka semasa hidupnya merupakan guru spiritual Pangeran Diponegoro yang memang pada masa itu yang awalnya menganut tarekat sanusiah berpindah pada tarekat syathariyah, meskipun kitabnya tidak murni namun ada zikir dan bahasa tubuh yang ada kemiripan dengan tarekat syathariah. .

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
B Philosophy. Psychology. Religion > BV Practical Theology
Depositing User: Lismiati Suprydi
Date Deposited: 22 Dec 2016 07:04
Last Modified: 22 Dec 2016 07:04
URI: http://idr.iain-antasari.ac.id/id/eprint/6952

Actions (login required)

View Item View Item