EMPOWERS IDR

Penelusuran Data IDR
Telusuri data di dalam IDR kami menggunakan fungsi penelusuran lengkap (advanced).
Update Data IDR Terbaru

Lihat data yang sudah kami tambahkan ke IDR dalam seminggu terakhir.
Pedoman Unggah Mandiri
Sebelum mengupload dokumen, pastikan membaca Pedoman Unggah Mandiri untuk Depositor.
Traffic Pengunjung

Lihat traffic IDR kami. Dari mana mereka datang, device yang dipakai, konten apa saja yang mereka akses - cari, etc.

Studi living Qur’an pada praktik pengobatan Guru Fahruddin di desa Makmur Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar,

Ruji, Mardi (2015) Studi living Qur’an pada praktik pengobatan Guru Fahruddin di desa Makmur Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar,. Skripsi, Fakultas Ushuluddin Dan Humaniora.

[img]
Preview
Text
SKRIPSI BAB I.Ruji Mardi.pdf

Download (329kB) | Preview
[img]
Preview
Text
SKRIPSI BAB IV.Ruji Mardi.pdf

Download (458kB) | Preview

ABSTRAK

Ruji Mardi, 2015. Studi living Qur’an pada praktik pengobatan Guru Fahruddin di desa Makmur Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar, Jurusan Tafsir Hadis, Fakultas Ushuluddin dan Humaniora. Pembimbing: (I) Dr. Wardani, M. Ag, (II)Bashori, M. Ag. Kata Kunci: Living Qur’an, magis, pengobatan, tafa’ul, tabarruk Penelitian ini dilatarbelakangi oleh karena dalamrealitanya fenomenapengamalanAlquransebagaisebuahapresiasidanresponumat Islam ternyatasangatberagam.Ada berbagai model pengamalanAlquran, mulai yang berorientasipadapemahamandanpendalamanmaknanya,sampaiada yang sekedarmembacaAlquransebagaiibadah ritual atauuntukmemperolehketenanganjiwa.Bahkanada pula model pengamalan Alquran yang bertujuanuntukmendatangkankekuatanmagis (supranatural) atauterapipengobatan dan sebagainya. Penulis merasa tertarik untuk meneliti lebih jauh lagi tentang ayat-ayat apa saja yang biasa digunakan sebagai pengobatan(syifā’)tersebut, khususnya pada praktik pengobatan Guru Fahruddindi desa Makmur Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk; 1) Mengetahui Ayat Alquran apa saja yang digunakan pada praktek pengobatan, 2) Bagaimana pemahaman Guru Fahruddin terhadap ayat-ayat yang dijadikan syifā’ (obat), dan 3) Bagaimana aplikasi pengobatan dengan menggunakan ayat Alquran yang dilakukan oleh Guru Fahruddin terhadapnya. Penelitian ini termasuk dalam penelitian lapangan (field research)yang bersifatStudi Living Quran),yaitu dengan menggunakan sumber-sumberdata dari lapangan dan dari literatur yang terkait. Metode yang digunakan adalah deskriptif, yaitu menjelaskan data-data yang ditemukan dalam observasi dan wawancara dengan Guru Fahruddin, dengan langkah mengumpulkan ayat-ayat Alquran yang digunakan pada praktek pengobatan secara urutan surat dalam Alquran, memaparkan pemahaman dan aplikasi dalam pengobatan, menganalisanya dengan teori dalam metodologi tafsir dan tinjauan antropologi. Setelah itu penulis menarik kesimpulan sebagai jawaban dari rumusan masalah yang dikemukakan. Setelah dilakukan langkah-langkah tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa ayat-ayat yang digunakan dalam praktek pengobatan Guru Fahruddin berjumlah 12 ayat dari 9 surat, yaitu: Q. S. Al-Fātihah/ 1: 1-7, Q. S. Al-Baqarah/ 2: 156, Q. S. Al-Baqarah/ 2: 255, Q. S. Al-Baqarah/ 2: 284-286, Q. S. Āl-‘Imrān/3 :49, Q. S. Al-Nisā’/4:76, Q. S. Al-Nahl/ 16: 66, Q. S. Al-Nahl/ 16: 78, Q. S. Thāhā/ 20: 105-107, Q. S. Al-Anbiyā’/ 21: 69, Q. S. Al-Nāzi’āt/ 79: 40, dan Q. S. Al-Fīl/ 105: 1-5. Pemahaman Guru Fahruddin terhadap ayat-ayat yang di atas tadi, diketahui bahwa ada yang digunakan untuk semua penyakit dan ada juga yang digunakan untuk penyakit-penyakit tententu, seperti:penyakit demam, kesurupan,guna-guna, kecanduan,penyakit bisul,penerang hati,untuk memperlancar ASI,pilungsur beranak, danuntuk menenangkan pikiran. Prosesi dalam pengobatan menggunakan ayat-ayat Alquran, yaitu: meniupkan bacaan ayat-ayat Alquran ke dalam air kemudian diminumkan, meniupkan bacaan ayat-ayat Alquran ke bagian tubuh yang sakit, memperbanyak membaca Alquran, dan mengamalkan dan mambaca ayat Alquran. Setelah data diperoleh kemudian diolah dan diuraikan, lalu diberikan analisis dengan analisis kualitatif dengan metode tahlīliy dan ijmali dengan metode berfikir induktif dan deduktif, yang bersumber pada bi al-ma’tsūr/atsari danbi al-ra’yi/nazhari, dan gabungan antara keduanya, dengan corak isyari/sufi. Semua prosesi itu merupakan suatu proses pengobatan yang hanya bertumpu pada keampuhan dari ayat-ayat yang dibacakan kepada penderita sakit dan bersifat abstrak, yakni tidak diketahui kesembuhan pasein secara pasti. Beliau hanya bertafa’ul dan bertabarruk pada ayat-ayat tersebut,misal, sebelum air dibacakan dan ditiupkan ke dalam botol, terlebih dahulu air tersebut diletakkan di samping orang yang baru meninggal.Hal tersebut merupakan bagian dari magi, karena berusaha menaklukkan kekuatan yang lebih tinggi dan menempatkan di bawah kekuatannya. Adapun penyembuhan yang dilakukan oleh Guru Fahruddin tersebut kalau ditinjau dari sisi kemagisannya menurut sifatnya maka termasuk magi putih, yakni menguntungkan bagi orang lain, dankalau ditinjau dari segi tujuannya, magi tersebut termasuk magis protektif, yakni bertujuan melindungi sesuatu dari hal-hal yang berbahaya atau merugikan, seperti melindungi hak milik, menolak bahaya, dan sebagainya.

Item Type: Skripsi
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
Depositing User: Faisal Adlan azka
Date Deposited: 29 Jul 2015 03:42
Last Modified: 29 Jul 2015 03:42
URI: http://idr.iain-antasari.ac.id/id/eprint/679

Actions (login required)

View Item View Item