EMPOWERS IDR

Penelusuran Data IDR
Telusuri data di dalam IDR kami menggunakan fungsi penelusuran lengkap (advanced).
Update Data IDR Terbaru

Lihat data yang sudah kami tambahkan ke IDR dalam seminggu terakhir.
Pedoman Unggah Mandiri
Sebelum mengupload dokumen, pastikan membaca Pedoman Unggah Mandiri untuk Depositor.
Traffic Pengunjung

Lihat traffic IDR kami. Dari mana mereka datang, device yang dipakai, konten apa saja yang mereka akses - cari, etc.

Islam Wasathiyah dalam Perspektif Pendidikan

Kamrani, Buseri,M.A. Prof. Dr. (2015) Islam Wasathiyah dalam Perspektif Pendidikan. In: Rakerda/Sarasehan Ulama se Kalimantan Selatan Di Banjarmasin Tanggal 28 Desember 2015.

[img] Text
ISLAM WASATHIYAH DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN.pdf

Download (1MB)

ABSTRAK

Era kontemporer yang ditandai dengan globalisasi mendatangkan dampak yang luar biasa bagi pemikiran, perilaku bahkan kepribadian yang sangat beragam dan dengan mudah menyebar ke pelosok-pelosok negeri. Telivisi, internet masuk ke gang-gang sehingga kelompok masyarakat semakin peluralis baik pikiran maupun fisik. Akan tetapi muncul sikap sebaliknya dengan apa yang disebut oleh Naisbit dengan global paradox, yakni sikap picik dan sempit. Contoh besarnya adalah pemisahan beberapa negara Uni Soviet. Dari berbagai keragaman itu ada sikap-sikap yang terus mengganggu tatanan hidup suatu masyarakat yang sebelumnya dalam keadaan damai dan penuh ketenteraman. Perilaku seperti itu tentu berdampak negatif yang disebabkan terjadi gesekan antar nilai bahkan mungkin antar budaya yang sedang hidup di tengah masyarakat tertentu. Masyarakat muslim yang hidup dengan penuh kedamaian sesuai dengan esensi ajarannya, juga seringkali terganggu dengan adanya sikap atau perilaku yang ganjil dengan munculnya benih-benih radikalisme seperti penolakan hormat bendera, menolak dasar negara pancasila dan larangan memasang photo pahlawan di kelas. Benih-benih dimaksud masuk ke sekolah-sekolah melalui kelompok studi, dibawa oleh guru atau senior yang telah lulus . Radikalisme sebagai aliran yang berprilaku keras, cenderung merasa benar sendiri dan eksklusif sehingga sampai kepada pendirian tempat ibadah khusus. Sementara Islam adalah agama toleransi dan agama universal selalu menyebarkan persaudaraan karena sesungguhnya seluruh umat Islam itu bersaudara. Gejala sebagaimana yang hasil penelusuran B.Post di atas artinya bahwa ajaran Islam wasathiyah mulai diganggu di lingkungan pendidikan. Oleh sebab itu perlu dibahas dalam konteks perspektif pendidikan. Selebihnya di antara kelompok radikal menganggap Pancasila itu jahiliah, nasionalisme bagi mereka jahiliah, bahkan ada faham terkait ibadah yang merasa benar sendiri, sementara kelompok lainnya dianggap salah.

Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
Subjects: J Political Science > JC Political theory
Depositing User: Juhaidi Ahmad AJ
Date Deposited: 26 Oct 2016 06:37
Last Modified: 26 Oct 2016 06:37
URI: http://idr.iain-antasari.ac.id/id/eprint/6773

Actions (login required)

View Item View Item