EMPOWERS IDR

Penelusuran Data IDR
Telusuri data di dalam IDR kami menggunakan fungsi penelusuran lengkap (advanced).
Update Data IDR Terbaru

Lihat data yang sudah kami tambahkan ke IDR dalam seminggu terakhir.
Pedoman Unggah Mandiri
Sebelum mengupload dokumen, pastikan membaca Pedoman Unggah Mandiri untuk Depositor.
Traffic Pengunjung

Lihat traffic IDR kami. Dari mana mereka datang, device yang dipakai, konten apa saja yang mereka akses - cari, etc.

POLIGAMI TUAN GURU (Analisis atas Budaya Perempuan ‘Basurung’ di Banjar)

Nadhiroh, Wardatun (2016) POLIGAMI TUAN GURU (Analisis atas Budaya Perempuan ‘Basurung’ di Banjar). In: Transpormasi Sosial Dan Intelektual Orang Banjar Kontemporer.

[img] Text
Wardahatun. POLIGAMI ALA BANJAR.pdf

Download (541kB)

ABSTRAK

Banjar merupakan etnis terbesar di Pulau Kalimantan, terpusat di Kalimantan Selatan dan sebagian kecil di bagian Kalimantan lainnya. Sebagai pemeluk agama Islam, suku Banjar terkenal sangat religius. Tuan-tuan guru, sebutan untuk alim-ulama terpandang, menjadi panutan dalam keseharian, selalu dimintai pertimbangan dalam segala permasalahan dan sangat dihormati. Pengajian-pengajian mereka tak pernah sepi jama’ah. Masyarakat berlomba-lomba ingin ‘dekat’ dengan golongan ini, menjadikannya sebagai bagian dari keluarganya. Demi usaha ini, sering kali para jama’ah perempuan ‘basurung’ menawarkan diri untuk diperistri tuan guru, ataukah para orang tua menawarkan anak perempuannya untuk dinikahi. Perempuan Banjar akan merasa sangat terhormat jika bersuamikan seorang tuan guru, walaupun ternyata statusnya menjadi istri yang kesekian. Tidak hanya sang perempuan, tapi keluarganya pun akan sangat bangga mampu berbesan dengan seorang tuan guru yang terpandang. Sebagai implikasi dari tradisi ini, tak heran jika ditemukan banyak sekali tuan guru di Kalimantan Selatan yang istrinya lebih dari satu. Tulisan ini akan membahas budaya ‘basurung’ yang diinisiasi oleh pihak perempuan di Banjar menggunakan analisis feminism standpoint dimana sudut pandang yang dipakai adalah sudut pandang perempuan sendiri, terutama dikaitkan dengan budaya poligami tuan guru yang terjadi di Banjar. Kata kunci: Poligami, tuan guru, Banjar, perempuan, ‘basurung’

Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Depositing User: Zulkifli Ariyadi
Date Deposited: 25 Aug 2016 01:15
Last Modified: 25 Aug 2016 01:15
URI: http://idr.iain-antasari.ac.id/id/eprint/6427

Actions (login required)

View Item View Item