EMPOWERS IDR

Penelusuran Data IDR
Telusuri data di dalam IDR kami menggunakan fungsi penelusuran lengkap (advanced).
Update Data IDR Terbaru

Lihat data yang sudah kami tambahkan ke IDR dalam seminggu terakhir.
Pedoman Unggah Mandiri
Sebelum mengupload dokumen, pastikan membaca Pedoman Unggah Mandiri untuk Depositor.
Traffic Pengunjung

Lihat traffic IDR kami. Dari mana mereka datang, device yang dipakai, konten apa saja yang mereka akses - cari, etc.

MERAJUT DUNIA ISLAM MELAYU : Sosok Orang Melayu Banjar di Tanah Leluhur

Wahyudin, Wahyudin (2016) MERAJUT DUNIA ISLAM MELAYU : Sosok Orang Melayu Banjar di Tanah Leluhur. In: Transpormasi Sosial Dan Intelektual Orang Banjar Kontemporer.

[img] Text
Wahyuddin. MERAJUT DUNIA ISLAM MELAYU.pdf

Download (387kB)

ABSTRAK

Istilah melayu akhir-akhir ini mengalami perkembangan dengan munculnya istilah Dunia Melayu atau Alam Melayu, serta Dunia Islam, terutama yang digagas para pakar kebudayaan dan ahli politik dari negeri Malaka, Malaysia dan gabungan persatuan penulis nasional Malaysia (Gapena) (Takari, 2007). Menurut Hall (1994), istilah Melayu, maknanya selalu menunjuk kepada kepulauan Melayu yang mencakup kepulauan di Asia Tenggara. Istilah tersebut juga bermakna sebagai etnik atau orang Melayu Sumatera dan Semenanjung Tanah Melayu dan tempat-tempat lain yang menggunakan bahasa Melayu. Melayu juga selalu dihubungkan dengan kepulauan Melayu yang meliputi kepulauan Asia Tenggara ditafsirkan menurut tempat dan kawasan yang berbeda seperti pulau Sumatera. Orang Melayu biasanya dikaitkan dengan masyarakat yang tinggal di Palembang dan sekitarnya. Di Kalimantan juga perkataan Melayu dikaitkan dengan masyarakat yang beragam Islam. Sementara di Semenanjung Malaysia arti Melayu dikaitkan dengan orang yang berkulit coklat atau sawo matang. Istilah Melayu berasal dari bahasa Sansekerta yang dikenal sebagai Malaya, yaitu sebuah kawasan yang dikenal sebagai daratan yang dikelilingi oleh lautan. Kelompok ras Melayu dapat digolongkan kepada kumpulan Melayu Polinesia atau ras berkulit coklat yang mendiami gugusan kepulauan Melayu, Polinesia, dan Madagaskar yang dahulunya pernah mengurangi kawasan perairan Pasifik dan Hindia. Memiliki wilayah kekuasaan yang sangat luas, di sebelah barat hingga Madagaskar, di sebelah timur hingga kepulauan Easter, I sebelah utara hingga Hawai, dan di sebalah selatan hingga Selatan Baru. Untuk menentukan kawasan kebudayaan Melayu, digunakan dua hal sebagai penjelas, yaitu kawasan dan bahasa. Orang-orang kawasan Melayu di setiap kawasan (pulau) meskipun berada di masing-masing negara, namun mereka merasa bersaudara secara etnisitas, dan merasa memiliki kebudayaan Melayu. Secara budaya, baik bahasa dan kawasan mereka memiliki alur budaya yang sama, namun tetap memiliki varian-varian yang menjadi ciri khas atau identitas setiap kawasan budaya Melayu (Takari, 2007). Islam telah menjadi entitas sosio – kultural sejak masuknya agama Islam di Nusantara. Hal ini terjadi sejak abad pertama Hijriah, sebagaimana diteorikan oleh Arnold dan diperkuat oleh pakar-pakar Melayu Nusantara. Namun Islamisasi berlangsung lebih kuat dan luas, khususnya setelah abad ke-12 sampai abad ke-16. Meskipun orang Melayu hidup dalam keragaman suku dan nasionalitas yang berbeda sejak ratusan tahun yang lalu, namun samspai saat ini, khususnya kaum muslim Asia Tenggara telah diikat oleh teologi, semangat, dan nilai-nilai Islam yang telah melebihi batas-batas negara dan aliansi. Salah satu etnis dari kelompok ras Melayu yang sampai saat ini masih kokoh dengan semangat dan identitas kemelayuan, adalah orang Melayu Banjar yang hidup di pulau Borneo (Kalimantan), khususnya di Kalimantan Selatan. Ibarat pepatah Melayu: “mereka tak lapuk karena hujan, tak lekang karena panas”, tali nasionalisme, modernisme dan globalisasi, tak pernah dapat memasung jati diri anak Melayu Banjar di pentas percaturan global.

Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
Subjects: L Education > L Education (General)
Depositing User: Zulkifli Ariyadi
Date Deposited: 24 Aug 2016 05:53
Last Modified: 24 Aug 2016 05:53
URI: http://idr.iain-antasari.ac.id/id/eprint/6412

Actions (login required)

View Item View Item