EMPOWERS IDR

Penelusuran Data IDR
Telusuri data di dalam IDR kami menggunakan fungsi penelusuran lengkap (advanced).
Update Data IDR Terbaru

Lihat data yang sudah kami tambahkan ke IDR dalam seminggu terakhir.
Pedoman Unggah Mandiri
Sebelum mengupload dokumen, pastikan membaca Pedoman Unggah Mandiri untuk Depositor.
Traffic Pengunjung

Lihat traffic IDR kami. Dari mana mereka datang, device yang dipakai, konten apa saja yang mereka akses - cari, etc.

Rihlah Ilmiah Ke Timur Tengah ; Sebagai Tonggak Awal Migrasi Masyarakat Banjar

Seff, Faisal Mubarak (2016) Rihlah Ilmiah Ke Timur Tengah ; Sebagai Tonggak Awal Migrasi Masyarakat Banjar. In: International Conference On Social and Intellectual Transformation of the Contemporary Banjarese, 09-11 Agustus 2016, Banjarmasin.

[img] Text
Diaspora Masyarakat Banjar di Timur Tengah.pdf

Download (474kB)

ABSTRAK

Masyarakat Banjar dikenal sebagai salah satu sub-melayu yang memiliki identitas Islam. Keislaman orang Banjar tercermin dari pribadi yang religus dan taat dalam menjalankan ajaran agamanya, meskipun pada awalnya ketaatan ini tidak merata, akan tetapi intensitas keberagamaan ini meningkat setelah beberapa ulama banjar menimba ilmu di Mekkah pulang ke kampung halamannya. Mekkah dalam pandangan masyarakat Banjar bukan hanya pusat tempat ritual keagamaan, tetapi ia juga pusat menimba ilmu keislaman. Kualifikasi seseorang dalam ilmu pengetahuan keislamannya akan dilihat dari berapa lama dia bermukim di kota Mekkah. Tradisi menimba ilmu atau rihlah ilmiyah ke Mekkah sebetulnya sudah ada semenjak abad ke 18, hal ini dapat dilihat ketika dua orang ulama terkemuka Syekh Muhammad Arsyad Al Banjary dan Syekh Muhammad Nafis sama-sama menimba ilmu di kota Mekkah selama lebih kurang 40 tahun. Kota Mekkah dan Madinah atau yang di sebut al Haramain adalah merupakan pusat berkumpulnya ulama-ulama dunia, keadaan ini dapat dilihat dari banyaknya agamawan berbagai belahan dunia menimba ilmu serta menunaikan ibadah haji. Tradisi ini terus berlanjut, namun di pertengahan abad ke 20 tradisi rihlah ilmiah sebagai bentuk migrasi orang Banjar ke Mekkah hampir tidak terdengar lagi, akan tetapi orang Banjar lebih memilih migrasi ke Mesir dan Hadramaut sebagai tempat menimba ilmu. Menurut hemat penulis ada banyak faktor yang menyebabkan memudarnya tradisi tersebut, diantaranya adalah akibat dari orientasi ajaran formil kerajaan Saudi Arabia yang dianggap tidak sesuai dengan ajaran yang dianut mayoritas masyarakat Banjar. Maka melalui tulisan ini penulis ingin mengkaji tentang tradisi rihlah ilmiah di kalangan masyarakat Banjar sebagai tonggak awal migrasi masayarakat Banjar di timur tengah.

Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Depositing User: Mr. Moch Isra Hajiri
Date Deposited: 19 Aug 2016 00:31
Last Modified: 19 Aug 2016 00:31
URI: http://idr.iain-antasari.ac.id/id/eprint/6235

Actions (login required)

View Item View Item