EMPOWERS IDR

Penelusuran Data IDR
Telusuri data di dalam IDR kami menggunakan fungsi penelusuran lengkap (advanced).
Update Data IDR Terbaru

Lihat data yang sudah kami tambahkan ke IDR dalam seminggu terakhir.
Pedoman Unggah Mandiri
Sebelum mengupload dokumen, pastikan membaca Pedoman Unggah Mandiri untuk Depositor.
Traffic Pengunjung

Lihat traffic IDR kami. Dari mana mereka datang, device yang dipakai, konten apa saja yang mereka akses - cari, etc.

Eksistensi Organisasi Keagamaan Front Pembela Islam (FPI) di Kota Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan.

Husnul, Khotimah (2015) Eksistensi Organisasi Keagamaan Front Pembela Islam (FPI) di Kota Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan. Skripsi, Ushuluddin dan Humaniora.

[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (278kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (649kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB IV.pdf

Download (411kB) | Preview

ABSTRAK

Husnul Khotimah. 1001410991. 2014. Eksistensi Organisasi Keagamaan Front Pembela Islam (FPI) di Kota Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan. Skripsi, Jurusan Perbandingan Agama, Fakultas Ushuluddin dan Humaniora. Pembimbing: Dr. H. Mirhan AM., M. Ag Penelitian ini berlatarbelakang pada keberadaan ormas Front Pembela Islam (FPI) di Indonesia pada umumnya, dan khususnya di Banjarmasin Kalimantan Selatan, dimana sejak kemunculannya banyak aktivitas dari ormas FPI yang menimbulkan kontroversi di masyarakat. Permasalahan yang diteliti adalah: Bagaimana sejarah masuk dan perkembangan FPI di Banjarmasin ? Apa saja aktivitas atau agenda kegiatan FPI ? Dan bagaimana respon terhadap keberadaan FPI di Banjarmasin ? Tujuannya adalah untuk mengetahui sejarah masuk dan perkembangan FPI di Banjarmasin, aktivitas FPI dan respon masyarakat, ulama dan tokoh agama Islam terhadap keberadaan FPI di Banjarmasin. Dan signifikansi penelitian ini adalah sebagai bahan informasi dan rujukan untuk mengetahui bagaimana eksistensi organisasi FPI. Sebagai bahan perbandingan bagi peneliti lainnya yang ingin meneliti kembali permasalahan ini. Untuk menambah dan memperluas wawasan ilmu pengetahuan sehubungan dengan masalah yang di teliti. Bagi pengembangan teoridiharapkan dapat dijadikan bahan bacaan untuk menambah ilmu pengetahuan dan untuk memperkaya khazanah kepustakaan IAIN Antasari Banjarmasin, khususnya Fakultas Ushuluddin dan Humaniora. Bagi masyarakat dan pemerintah, penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan untuk penanganan masalah yang muncul dari kelompok-kelompok agama atau organisasi-organisasi keagamaan khususnya ormas FPI. Dan penelitian ini juga diharapkan sebagai sumbangan pemikiran bagi pemerintah dalam melaksanakan pembinaan tehadap organisasi-organisasi yang ada, agar lebih baik dan menjadi sarana yang tepat untuk menampung aspirasi masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Field Research) yang bersifat studi kasus (case study) dengan teknik analisis deskriptif-kualitatif. Sehingga untuk memperoleh data yang diperlukan, penulis melakukan penelitian langsung terhadap fenomena yang terjadi dilapangan dengan menggunakan pendekatan historis-sosiologis dan teologis. Sesuai dengan jenis penelitian maka teknik pengumpulan data yang penulis lakukan adalah dengan cara studi literatur, observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah pimpinan FPI, anggota FPI, dan kepolisian serta pihak-pihak terkait yang mengetahui informasi menenai penelitian ini baik posisinya sebagai responden maupun informan.Sedangkan objek penelitian ini adalah sejarah masuk dan perkembangan, aktivitas FPI serta respon masyarakat, ulamadan tokoh agama Islam mengenai FPI di Banjarmasin. Melalui teknik analisis deskriptif-kualitatif penelitian ini menghasilkan temuan-temuan: pertama, sejarah masuk dan perkembagan FPI di Kalimantan Selatan sejak bulan November tahun 2012, dan di Banjarmasin didirikan pada Juni tahun 2013, saat itu FPI dibawa oleh empat orang utusan FPI pusat yang kedatangannya untuk mendirikan cabang FPI di Kalimantan Tengah ditolak oleh warga, sehingga dari sana kemudian dialihkan ke Banjarmasin dan setelah beberapa bulan kemudian dibentuklah FPI di Kalimantan Selatan dan kemudian menyusul Banjarmasin yang hanya berbeda beberapa bulan saja.Yang mempelopori adanya FPI di Kalimantan Selatan dan Banjarmasin adalah empat orang utusan FPI dari Jakarta dan Habib Abdurrahman Bahasyim. Dengan mengusung visi misi yang sama yaitu menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Kedua, DPD FPI Kalimantan Selatan dan DPW FPI Banjarmasin sejak didirikan, sebagian aktivitas yang mereka lakukan masih bergabung di markas DPW FPI di Komplek Bumi Jaya dan aktivitas FPI lebih banyak dilakukan dilapangan, meski tidak memiliki izin secara resmi dengan aparat pemerintah. Namun aktivitas yang FPI lakukan kini semakin hari semakin hilang. Ketiga, respon masyarakat Banjarmasin banyak yang kurang setuju dan bahkan menolak karena FPI dianggap kurang baik dengan lebih menekankan dakwah nahi munkar. Adapun analisis dari penelitian ini adalah faktor lahirnya sebuah gerakan radikal, kharismatik sang imam besar dalam teori Max Webber, simbol-simbol agama dalam teori Email Durkheim, eksisnya FPI Kalimantan Selatan dan Banjarmasin, redupnya organisasi FPI di Banjarmasin, dakwah amar ma’ruf nahi munkar FPI versi FPI, kontroversi Ketua FPI dan penolakan masyarakat Banjarmasin. Meskipun tidak memiliki izin organisasi yang sah seperti yang tercantum dalam pasal 17 tahun 2013 UU Ormas untuk di Banjarmasin dan Kalimantan Selatan, kegiatan atau aksi FPI tetap eksis di awal pembentukannya, namun sekarang perkembangan FPI menjadi lamban dan aktivitasnya seakan mulai hilang di Banjarmasin.

Item Type: Skripsi
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races
Depositing User: Mrs. Mur Tini
Date Deposited: 27 Jul 2015 02:02
Last Modified: 27 Jul 2015 02:02
URI: http://idr.iain-antasari.ac.id/id/eprint/577

Actions (login required)

View Item View Item