EMPOWERS IDR

Penelusuran Data IDR
Telusuri data di dalam IDR kami menggunakan fungsi penelusuran lengkap (advanced).
Update Data IDR Terbaru

Lihat data yang sudah kami tambahkan ke IDR dalam seminggu terakhir.
Pedoman Unggah Mandiri
Sebelum mengupload dokumen, pastikan membaca Pedoman Unggah Mandiri untuk Depositor.
Traffic Pengunjung

Lihat traffic IDR kami. Dari mana mereka datang, device yang dipakai, konten apa saja yang mereka akses - cari, etc.

Mitos Apui Mantarawang Di Desa Ulu Benteng Kec. Marabahan Kab. Barito Kuala

Irfansyah, Irfansyah and Murdani, Murdani and Zakiah, Zakiah (2016) Mitos Apui Mantarawang Di Desa Ulu Benteng Kec. Marabahan Kab. Barito Kuala. Laporan Penelitian. LP2M IAIN Antasari Banjarmasin.

[img] Text
COVER.pdf

Download (14kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (148kB)
[img] Text
KATA PENGANTAR.pdf

Download (116kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (12kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (190kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (357kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (225kB)
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (321kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (155kB)
[img] Text
FOTO.pdf

Download (681kB)

ABSTRAK

Penelitian ini berangkat dari pandangan akan pentingnya budaya dan tradisi yang ada di masyarakat. Mitos apui mantarawang yang selama ini diyakini kebenarannya merupakan salah satu dari budaya dan tradisi yang terdapat di desa Ulu Benteng Kecamatan Marabahan. Mitos ini terpelihara dengan baik sampai saat ini meskipun terdesak oleh cara berpikir rasional akibat modernitas yang memasuki hingga ke pelosok desa. Oleh karena itu penelitian ini perlu dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana mitos apui mantarawang dan bagaimana mitos apui mantarawang dalam prespektif Claude Levi-Strauss. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, deskriptif, dengan menjadikan persepsi masyarakat tentang mitos apui mantarawang sebagai data primer, sedangakan data sekunder adalah sumber lain dan buku-buku yang terkait dengan mitos apui mantarawang dan Claude Levi-Strauss. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi yang relevan dengan penelitian. Kemudian direduksi melalui beberapa tahapan (Selecting and focusing, Simplifying, Abstracting, dan Transforming), dilanjutkan dengan teknik analisis kualitatif yaitu dengan menentukan kategori, konsep, tema, pola, memahami data, dan terakhir meinterpretasi data. Adapun hasil penelitian ini sebagai berikut: Pertama, Mitos Apui mantarawang adalah keyakinan terhadap suatu fenomena alam berupa pemampakan bola api terbang yang dapat terjadi sebelum, ketika, dan sesudah terjadi kebakaran. Mitos apui mantarawang dipahami masyarakat sebagai pertanda akan terjadinya bala atau malapetaka, dan sebagai makhluk yang turun dari langit, yang akan menyebabkan sesuatu yang tidak baik bagi masyarakat setempat. Kedua, mitos apui mantarawang dalam perspektif Claude Levi-Strauss dipahami sebagai tuturan masyarakat, memiliki struktur dan nilai-nilai yang ada di kelurahan Ulu Benteng. Nilai sakral dan nilai tabu terlihat pada perlakuan masyarakat yang sangat menghormati dan memelihara mitos. Oleh karena itu, ada anjuran dan larangan yang ditaati masyarakat di kelurahan Ulu Benteng seperti: tidak boleh menyalakan api dan menunjuk apui mantarawang dan dianjurkan untuk menjaga diri, berhati-hati, dan berdo’a agar tidak terkena bala jika terlihat apui mantarawang.

Item Type: Laporan Penelitian
Subjects: D History General and Old World > D History (General)
H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
H Social Sciences > HS Societies secret benevolent etc
Depositing User: fitri nur hikmah
Date Deposited: 28 Jun 2016 04:29
Last Modified: 28 Jun 2016 05:52
URI: http://idr.iain-antasari.ac.id/id/eprint/5314

Actions (login required)

View Item View Item