EMPOWERS IDR

Penelusuran Data IDR
Telusuri data di dalam IDR kami menggunakan fungsi penelusuran lengkap (advanced).
Update Data IDR Terbaru

Lihat data yang sudah kami tambahkan ke IDR dalam seminggu terakhir.
Pedoman Unggah Mandiri
Sebelum mengupload dokumen, pastikan membaca Pedoman Unggah Mandiri untuk Depositor.
Traffic Pengunjung

Lihat traffic IDR kami. Dari mana mereka datang, device yang dipakai, konten apa saja yang mereka akses - cari, etc.

Coping Stress Isteri Dalam Perkawinan Poligini Di Kota Banjarmasin

Faridah, Siti (2015) Coping Stress Isteri Dalam Perkawinan Poligini Di Kota Banjarmasin. Laporan Penelitian. LP2M IAIN Antasari Banjarmasin.

[img] Text
COVER.pdf

Download (241kB)
[img] Text
BAB 1..pdf

Download (456kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (524kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (258kB)
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (430kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (155kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (270kB)
[img] Text
PEDOMAN PENGUMPULAN DATA.pdf

Download (37kB)
[img] Text
RINGKASAN HASIL PENELITIAN.pdf

Download (470kB)

ABSTRAK

Setiap perempuan berharap menikah dengan seorang laki-laki dan menjadi isteri satu-satunya, namun harapan sering tidak sejalan dengan kenyataan. Di mana suami menghadirkan “madu” bagi isterinya dan isteri dihadapkan pada keputusan suami untuk berpoligini. Dalam keadaan demikian, ada isteri yang meminta atau menggugat cerai suaminya, namun ada yang bertahan dengan berbagai pertimbangan. Hasil penelitian terhadap istri (pertama) yang bertahan dalam perkawinan poligini menyatakan bahwa ketiga subjek menerapkan 1. Coping stress yang berfokus pada aspek emosi (EFC) yaitu: a. Berusaha tidak mempermasalahkan poligini suaminya dengan bersikap biasa. b. Berusaha mengontrol emosi (sabar dan ikhlas). c Mengakui peran diri dalam perkawinan poligini suami. d. Tidak mampu menolak keinginan suami untuk berpoligini dan e. Berusaha mengembangkan diri dengan meminta nasehat, doa dan air doa kepada orangtua dan orang alim, rajin ke majelis taklim, berdoa, berzikir, salat malam dan ibadah lainnya untuk mendapatkan ketenangan. 2. Coping stress yang berfokus pada masalah (PFC) adalah a. Melakukan perencanaan terhadap perkawinan poligini suami. b. Subjek 1 dan subjek 2 membiarkan suami menikah di bawah tangan. c. Meminta nasehat dan dukungan keluarga dan orang alim. d. Menganggap sebagai takdir Allah dan e. Berusaha melupakan masalah-masalah yang ada. Adapun faktor utama yang menyebabkan ketiga subjek mampu bertahan dalam perkawinan poligini adalah faktor agama dan faktor anak. Subjek 1 dan 3 menambahkan dengan faktor ekonomi, Faktor pendukung ketiga subjek adalah faktor kasih sayang. Subyek 1 dan 2 tidak siap dengan status janda, sedang subjek 3 karena faktor menjaga harga diri suami. Kata Kunci: Coping Stress, Poligini, Istri Bertahan dalam Perkawinan

Item Type: Laporan Penelitian
Subjects: H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman
Depositing User: Suryandari Ndari
Date Deposited: 28 Jun 2016 01:39
Last Modified: 28 Jun 2016 01:39
URI: http://idr.iain-antasari.ac.id/id/eprint/5218

Actions (login required)

View Item View Item