EMPOWERS IDR

Penelusuran Data IDR
Telusuri data di dalam IDR kami menggunakan fungsi penelusuran lengkap (advanced).
Update Data IDR Terbaru

Lihat data yang sudah kami tambahkan ke IDR dalam seminggu terakhir.
Pedoman Unggah Mandiri
Sebelum mengupload dokumen, pastikan membaca Pedoman Unggah Mandiri untuk Depositor.
Traffic Pengunjung

Lihat traffic IDR kami. Dari mana mereka datang, device yang dipakai, konten apa saja yang mereka akses - cari, etc.

Kepercayaan dan Perlakuan Masayarakat Banjar terhadap Jimat-jimat Penolak Penyakit

Arni, Arni (2015) Kepercayaan dan Perlakuan Masayarakat Banjar terhadap Jimat-jimat Penolak Penyakit. Laporan Penelitian. LP2M IAIN Antasari Banjarmasin. (Unpublished) (Unpublished) (Unpublished) (Unpublished)

[img] Text
BUKU PENELITIAN.pdf

Download (535kB)
[img] Text
foto pada lampiran.pdf

Download (1MB)
[img] Text
RINGKASAN PEN JIMAT OK.pdf

Download (353kB)
[img] Text
Sambutan, kata pengntar dan Dftr Isi.pdf

Download (230kB)

ABSTRAK

Penelitian ini merupakan bagian penting dari eksplorasi pengembangan khazanah lokal yang berhubungan dengan kepercayaan dan perlakuan masyarakat Banjar terhadap jimat yang dipergunakan untuk proses penyembuhan penyakit. Jimat atau benda bertuah tersebut beraneka ragam berupa: Kain sarigading, kalimbutuhan, samban, kuwari, caping, gelang buyu dan sawan, cincin dan gelang barajah, picis, sisik tenggiling, baju dan saputangan barajah dll. Adapun yang melatarbelakangi sebagian masyarakat Banjar menggunakan jimat tersebut sebagai sarana terapi adalah karena ada hubungan kekerabatan dengan orang gaib. Yakni ada keluarga dekat yang memiliki saudara kembar waktu lahir, namun satu yang menghilang atau gaib. Selain itu juga disebabkan mereka merasa memiliki hubungan silsilah dengan raja-raja zaman dulu. Alasan lain mereka penggunakan jimat tersebut karena memiliki hubungan kekerabatan dengan buaya jelmaan. Keadaan ini mengharuskan mereka memakai jimat berupa benda bertuah. Kepercayaan dan perlakuan sebagian masyarakat Banjar terhadap jimat adalah bahwa jimat dipercaya dapat digunakan sebagai sarana pengobatan terhadap penyakit yang tidak dapat di atasi secara medis. Jimat tersebut dipakai pada kepala, leher, bahu, lengan, jari, diikat dipinggang maupun dipakai sebagaimana baju, celana dan sarung. Sebagian jimat sebelum digunakan sebagai terapi, biasanya diukup/dirabun di atas kemenyan yang dibakar, terkadang dilengkapi dengan kembang melati atau kenanga.Tradisi terapi magis ini merupakan pencetusan sikap hidup yang serba magis mistis, serta fanatisme yang kuat terhadap naluri leluhur. Dan pengobatan melalui jimat atau benda bertuah ini, merupakan budaya primitif yang sering dikenal dengan istilah, mana, dinamisme, animisme, fetisme dan totemisme. Kata Kunci: kepercayaan, Jimat, terapi, masyarakat Banjar

Item Type: Laporan Penelitian
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BD Speculative Philosophy
B Philosophy. Psychology. Religion > BV Practical Theology
B Philosophy. Psychology. Religion > BV Practical Theology > BV1460 Religious Education
Depositing User: Suryandari Ndari
Date Deposited: 24 Jun 2016 21:13
Last Modified: 24 Jun 2016 21:13
URI: http://idr.iain-antasari.ac.id/id/eprint/5166

Actions (login required)

View Item View Item