EMPOWERS IDR

Penelusuran Data IDR
Telusuri data di dalam IDR kami menggunakan fungsi penelusuran lengkap (advanced).
Update Data IDR Terbaru

Lihat data yang sudah kami tambahkan ke IDR dalam seminggu terakhir.
Pedoman Unggah Mandiri
Sebelum mengupload dokumen, pastikan membaca Pedoman Unggah Mandiri untuk Depositor.
Traffic Pengunjung

Lihat traffic IDR kami. Dari mana mereka datang, device yang dipakai, konten apa saja yang mereka akses - cari, etc.

Model Penerjemahan Kitab Kuning (Analisis Deskriptif Model Penerjemahan Kitab-Kitab Kuning Di Pondok Pesantren Al-Falah Puteri)

Norlaila, Norlaila Model Penerjemahan Kitab Kuning (Analisis Deskriptif Model Penerjemahan Kitab-Kitab Kuning Di Pondok Pesantren Al-Falah Puteri). Laporan Penelitian. LP2M IAIN Antasari Banjarmasin.

[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (261kB)
[img] Text
LAPORAN PENELITIAN MODEL PENERJEMAHAN.pdf

Download (1MB)
[img] Text
RINGKASAN PENELITIAN.pdf

Download (539kB)

ABSTRAK

Penelitian ini dilatarbelakangi ketertarikan peneliti terhadap model pembelajaran yag dilaksanakan di Pondok pesantren Al-Falah Puteri, yang tampaknya lebih menonjolkan satu-satunya model penerjemahan. Padahal terdapat banyak model pembelajaran yang dapat mendukung pembelajaran sehingga dapat berlangsung dengan efektif dan mencapai tujuan pembelajaran dengan maksimal. Rumusan masalah yang disusun adalah bagaimana model pembelajaran yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Falah Puteri, dan bagaimana efektivitas pembelajaran tersebut, apakah respon santri terhadap pembelajaran cukup baik, sehingga mengakibatkan aktivitas mereka menjadi meningkat dan efektif. Metode penelitian ini adalah metode penelitian deskreftif kualitaf, di mana ingin menggambarkan informasi terkait dengan penelitian dengan data alamiah yang diperoleh di lapangan dengan cara wawancara dan observasi partisipan, sehingga data dapat diperoleh dengan lebih mendalam. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa model pembelajaran yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Falah Puteri ini dengan cara penerjemahan terhadap kitab-kitab kuning (kitab yang ditulis dengan bahasa Arab). Desain pembeajaran dapat digambarkan sebagai berikut; 1) mula-mula ustadz/ustadzah membacakan kitab yang menjadi mata pelajaran yang diasuh, secara vii keseluruhan dalam 1 fakrah (alenia); 2) kemudian membaca ulang perkalimat (perjumlah); 3) lalu menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia atau bahasa daerah; 4) kemudian menjelaskannya; 5) menghubungkannya dengan materi yang lain, materi sebelumnya atau memperkuat dengan dalil Al-Qur‟an atau Hadits; 6) menanyai santri apakah sudah memahami terjemah dan penjelasan yang diberikan. Di antara beberapa ustadz dan ustadzah ada yang menjelaskan pembelajaran dengan sangat rinci, sehingga materi yang dibaca hanya sedikit saja. Bahkan ada yang menjelaskannya dengan bentuk skema, agar gambaran terhadap uraian bahasan pelajaran lebih jelas dan dapat dipahami dengan maksimal oleh santri. Model penerjemahan tersebut dilaksanakan dalam beberapa bentuk terjemahan, yang paling banyak adalah terjemah harfiyah. Ini mengingat ustadz dan ustadzah umumnya berlatar belakang pendidikan pondok dan pendidikan yang mempelajari kitab-kitab kuning serupa. Namun demikian, di antara mereka yang ada latar belakang pendidikan umun, kebanyanyakannya meerjemah dengan terjemah Harfiyah. Selain dua terjemah tersebut, dipakai juga bentuk terjemah Tafsiriyah. Yang menonjol dari terjemah harfiyah adalah penerjemahannya lebih mengutamakan struktur bahasa asli, sehingga susunan SPOK menjadi terbalik PSOK. Selain itu kata diterjemahkan menurut katanya, sehingga ada isi yang agak sulit untuk dipahami. Terjemah maknawiyah, atau ghairu harfiyah adalah kebalikan dari terjemah harfiyah. Terjemah ini sementara ini yang dianggap mudah memberikan pemahaman, karena penerjemahan disepadankan dengan viii bahasa tujuan (bahasa Indonesia), sehingga pembaca mudah memahami. Kemudian terjemah tafsiriyah adalah terjemah yang berbentuk uraian rinci, sehingga kadang-kadang berbelit-belit, karena lebih banyak dari bahasa aslinya. Oleh karena itu, kadang-kadang membaca hassil terjemah tafsiriyah, lebih sulit ketimbang membaca teks alinya yang berbahasa Arab, meskipun pembaca tida terlalu sulit menguasai bahasa Arab. Terjemah Tafsiriah digunakan mau tidak mau pada penerjemahan sumbersumber hukum penting, ynag khawatir akan terdapat kesalahan dalam menerjemahkan dapat mengakibatkan kesalahan dalam menyimpulkan hukum. Pembelajaran dengan model penerjemahan ini untuk santri-santri Al-Falah Puteri tampaknya efektif, apabila dilihat dari respon santri yang bagus terhadap kegiatan pembelajaran. Perhatian mereka terfokus, mereka sungguh-sungguh, antusias untuk menerjemah dan mencatat, dan tetap membuat mereka rajin melakukan aktivitas belajar, seperti menerjemahkan kitab, mencatat penjelasan di buku catatan, mengulangi kembali berulang-ulang kitab dan catatan yang dipelajari, aktif bertanya, antusias dalam menjawab soal-soal tamrinat dan tadribat, serta dalam menyusun kalimat dengan menerjemahkan ke dalam bahasa Arab dan juga ke dalam bahasa Arab.

Item Type: Laporan Penelitian
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BC Logic
B Philosophy. Psychology. Religion > BD Speculative Philosophy
Depositing User: Suryandari Ndari
Date Deposited: 24 Jun 2016 21:13
Last Modified: 24 Jun 2016 21:13
URI: http://idr.iain-antasari.ac.id/id/eprint/5165

Actions (login required)

View Item View Item