EMPOWERS IDR

Penelusuran Data IDR
Telusuri data di dalam IDR kami menggunakan fungsi penelusuran lengkap (advanced).
Update Data IDR Terbaru

Lihat data yang sudah kami tambahkan ke IDR dalam seminggu terakhir.
Pedoman Unggah Mandiri
Sebelum mengupload dokumen, pastikan membaca Pedoman Unggah Mandiri untuk Depositor.
Traffic Pengunjung

Lihat traffic IDR kami. Dari mana mereka datang, device yang dipakai, konten apa saja yang mereka akses - cari, etc.

Implementasi Sistem Penilaian Ranah Afektif Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Banjarmasin

Makmur, Ahdi (2015) Implementasi Sistem Penilaian Ranah Afektif Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Banjarmasin. Laporan Penelitian. LP2M IAIN Antasari Banjarmasin.

[img] Text
BAGIAN MUKA RTF.pdf

Download (284kB)
[img] Text
COVER.pdf

Download (17kB)
[img] Text
ISI BAB.pdf

Download (772kB)
[img] Text
RINGKASAN .pdf

Download (210kB)

ABSTRAK

Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan dapat membuktikan bahwa guru Aqidah Akhlak MAN 2 Model Banjarmasin tidak memperhatikan proses penilaian ranah afektif siswa, akibat ketidak perhatian guru terhadap proses penilaian ranah afektif ini maka bisa menimbulkan hasil penilaian yang tidak mencerminkan sikap siswa yang sebenarnya. Sehingga dinyatakan dengan kesimpulan besar bahwa ”nilai hasil belajar ranah afektif tidak selalu mencerminkan sikap siswa yang sebenarnya, karena dipengaruhi oleh sistem penilaian yang tidak tepat”. Pembuktian ini berdasarkan pernyataan siswa terhadap guru dalam melakukan proses penilaian ranah afektif, baik pada penggunaan instrumen afektif maupun pada aspek karakteristik afektif yang dinilai. Instrumen afektif yang dimaksud adalah observasi, kuesioner, dan wawancara. Karakteristik afektif dimaksud adalah minat, sikap, nilai, dan konsep diri. Pada penilaian terhadap karakteristik afektif, siswa menyatakan kadang-kadang mencapai prosentase (57%) dari jumlah responden. Dengan pernyataan selengkapnya bahwa guru kadang-kadang melakukan penilaian terhadap karakteristik ranah afektif. Sedangkan pada penggunaan instrumen afektif, siswa menyatakan kadang-kadang mencapai prosentase (55%) dari jumlah responden. Dengan iv pernyataan selengkapnya bahwa guru kadang-kadang menggunakan instrumen afektif dalam melakukan penilaian ranah afektif. Memahami pernyataan para pakar diantaranya Nana Sudjana dan Dede Rosyada mengatakan bahwa guru tidak memperhatikan dan tidak menjadi kultur dalam melakukan penilaian ranah afektif. Namun Pernyataan ini ditentang oleh para praktisi pendidikan diantaranya kepala sekolah MAN 2 Model Banjarmasin. pernyataan tersebut bila mengklaim secara keseluruhan, maka tidak benar. Karena selama ini masih banyak guru yang melakukan penilaian ranah afektif dengan sebenarnya. Dengan hasil penelitian tersebut diatas penulis memposisikan bahwa memang benar guru tidak memperhatikan dalam proses penilaian afektif dengan semestinya sehingga nilai hasil belajar afektif tidak menggambarkan sikap siswa yang sebenarnya karena guru melakukan proses penilaian dengan tidak tepat. Dibuktikan dengan pernyataan siswa dengan menyatakan kadang-kadang, berarti ada kecendrungan untuk tidak melakukan penilaian afektif dengan tidak tepat. Adapun sumber utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah laporan nilai afektif siswa pada mata pelajaran Aqidah Akhlaq, instrumen afektif yang digunakan oleh guru. Wawancara kepada guru, sebagai pembanding siswa disajikan instrumen untuk mengetahui proses penilaian ranah afektif oleh guru. Kemudian mengelaborasi literatur yang berhubungan dengan penilaian afektif.

Item Type: Laporan Penelitian
Subjects: L Education > L Education (General)
Depositing User: Suryandari Ndari
Date Deposited: 24 Jun 2016 21:12
Last Modified: 24 Jun 2016 21:12
URI: http://idr.iain-antasari.ac.id/id/eprint/5152

Actions (login required)

View Item View Item