EMPOWERS IDR

Penelusuran Data IDR
Telusuri data di dalam IDR kami menggunakan fungsi penelusuran lengkap (advanced).
Update Data IDR Terbaru

Lihat data yang sudah kami tambahkan ke IDR dalam seminggu terakhir.
Pedoman Unggah Mandiri
Sebelum mengupload dokumen, pastikan membaca Pedoman Unggah Mandiri untuk Depositor.
Traffic Pengunjung

Lihat traffic IDR kami. Dari mana mereka datang, device yang dipakai, konten apa saja yang mereka akses - cari, etc.

Hubungan Adversity Quotient dan Spritual Quotient Dengan Manajemen Stres Kerja Pada Guru SD Muhammadiyah 8 dan 10 Banjarmasin

Harini, Novita (2016) Hubungan Adversity Quotient dan Spritual Quotient Dengan Manajemen Stres Kerja Pada Guru SD Muhammadiyah 8 dan 10 Banjarmasin. Tesis, Pascasarjana.

[img] Text
PERNYATAAN.pdf

Download (385kB)
[img] Text
AWAL.pdf

Download (171kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (92kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (174kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (300kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (199kB)
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (221kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (161kB)
[img] Text
BAB VI.pdf

Download (131kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (381kB)

ABSTRAK

Harini, Novita. Hubungan Adversity Quotient dan Spritual Quotient Dengan Manajemen Stres Kerja Pada Guru SD Muhammadiyah 8 dan 10 Banjarmasin, di bawah bimbingan Dr. Hj. Halimatus Sakdiah, M.Si. dan Dr. Ahmad Salabi M.Pd., Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Program Pascasarjana IAIN Antasari Banjarmasin. Kata kunci : adversity quotient, spritual quotient, manajemen stres kerja. Sumber daya manusia yang berkualitas merupakan kunci bagi kemajuan dan keberhasilan sekolah, terutama para guru yang bersedia mendedikasikan dirinya untuk mengajar dan mendidik para siswa di sekolah. Banyaknya tuntutan terhadap guru dapat menyebabkan stres, yang berakibat pada timbulnya penyakit dan gangguan psikologis. Sehingga diperlukan adanya manajemen stres kerja yang baik oleh para guru. Manajemen stres kerja merupakan kegiatan pengontrolan atau pengaturan stres yang bertujuan untuk mengetahui penyebab dan teknik mengelola stres, sehingga individu menjadi lebih baik dalam pekerjaanya. Untuk memiliki manajemen stres kerja yang baik, seorang guru perlu memiliki adversity quotient dan spritual quotient. Adversity quotient yang baik dapat membantu para guru mengatasi masalah dalam pekerjaannya. Spritual quotient yang baik akan membantu para guru agar lebih bersyukur, sabar dan ikhlas dalam menjalankan tugas dan kewajibannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara adversity quotient dan spritual quotient terhadap manajemen stres kerja pada guru SD Muhammadiyah 8 dan 10 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan desain penelitian korelasional. Lokasi penelitian bertempat di SD Muhammadiyah 8 dan 10 Banjarmasin. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh guru SD Muhammadiyah 8 dan 10 Banjarmasin yang berjumlah 65 orang. Objek penelitian adalah adversity quotient, spritual quotient, dan manajemen stres kerja. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara membagikan kuisioner, yaitu instrumen penelitian berupa skala adversity quotient, spritual quotient, dan manajemen stres kerja kepada para guru. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis Person dan regresi berganda dengan bantuan SPSS (Statistic Package for Social Sciences) versi 17. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara adversity quotient dengan manajemen stres kerja, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,278. Pengujian hipotesis kedua juga menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara spritual quotient dengan manjemen stres kerja, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,265. Nilai positif pada kedua koefisien korelasi di atas menunjukkan bahwa peningkatan pada adversity quotient dan spritual quotient akan meningkatkan manajemen stres kerja. Hipotesis ketiga berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan dengan nilai p 0,016, dimana p < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa variabel adversity quotient dan spritual quotient secara bersama-sama mempengaruhi manajemen stres kerja. Angka Adjusted R Square menunjukkan 0,096, hal ini menyatakan bahwa adversity quotient dan spritual quotient memberikan sumbangan sebesar 9,6% terhadap manajemen stres kerja, sedangkan sisanya 90,4% dipengaruhi oleh faktor lainnya.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Management
Depositing User: NOVITA vita RIRIN
Date Deposited: 24 May 2016 03:12
Last Modified: 24 May 2016 03:12
URI: http://idr.iain-antasari.ac.id/id/eprint/4949

Actions (login required)

View Item View Item