EMPOWERS IDR

Penelusuran Data IDR
Telusuri data di dalam IDR kami menggunakan fungsi penelusuran lengkap (advanced).
Update Data IDR Terbaru

Lihat data yang sudah kami tambahkan ke IDR dalam seminggu terakhir.
Pedoman Unggah Mandiri
Sebelum mengupload dokumen, pastikan membaca Pedoman Unggah Mandiri untuk Depositor.
Traffic Pengunjung

Lihat traffic IDR kami. Dari mana mereka datang, device yang dipakai, konten apa saja yang mereka akses - cari, etc.

Tasawuf Selayang Pandang

Nur, Kolis (2013) Tasawuf Selayang Pandang. In: Workshop Integrasi Ilmu, Lt. 3 Rektorat.

[img]
Preview
Text
TASAWUF.pdf

Download (287kB) | Preview

ABSTRAK

Salah satu ajaran dasar dalam agama Islam ialah bahwa manusia tersusun dari dua unsur, unsur roh dan jasad. Sedangkan roh itu berasal dari hadirat Tuhan, wa nafakhtu fihi min ruhi, dan akan kembali kepada Tuhan. Tuhan adalah suci dan roh yang datang dari Tuhan juga suci dan akan dapat kembali ke tempat aslinya di sisi Tuhan kalau ia tetap suci, jika ia menjadi kotor sebab masuk ke dalam manusia yang bersifat materi itu, ia tak akan dapat kembali ke tempat asalnya. Oleh karena itu harus diusahakan supaya roh tetap suci dan manusia menjadi baik. Dalam Islam diajarkan aturan-aturan agar manusia menjadi baik, yakni tersimpul dalam syariat yang mengambil bentuk salat, puasa, zakat, haji, dan ajaran-ajaran mengenai moral atau akhlak Islam. Nabi Saw. mengatakan bahwa beliau datang untuk menyempurnakan budi pekerti luhur, innama bu’itstu liutammima makarim al-akhlaq. Unsur jasad pada diri manusia selanjutnya disebut unsur materi, yaitu tubuh yang mempunyai hayat, sedangkan unsur roh disebut unsur immateri yaitu berupa jiwa yang mempunyai dua daya; daya berfikir yang disebut akal dan daya merasa yang disebut zauq atau zihn. Dalam ajaran Islam, seperti diketahui, kedua daya tersebut telah dikembangkan oleh ulama-ulama muslim. Kalau kaum filosof dan juga kaum teolog lebih mengembangkan daya berpikir (akal), maka daya rasa (zauq) lebih dikembangkan oleh kaum sufi. Perbedaan daya berpikir (akal) menurut kaum filosof dan kaum teolog, bahwa daya berpikir (akal) dalam paham kaum filosof lebih ditekankan kepada kesanggupan menangkap hal-hal yang abstrak murni. Sedangkan kaum teolog mengartikan daya berpikir (akal) sebagai daya untuk menangkap pengetahuan di alam materi dan untuk membedakan antara kebaikan dan kejahatan. Daya jiwa yang satu lagi yang disebut daya merasa (zauq), dikembangkan oleh kaum sufi. Mereka adalah segolongan umat Islam yang belum merasa puas dengan pendekatan diri kepada Tuhan melalui ibadat-ibadat salat, puasa, zakat, dan haji. Dengan kata lain, hidup spiritual yang diperoleh melalui ibadat biasa belum memuaskan kebutuhan spiritual mereka. Maka mereka mencari jalan yang membawa mereka lebih dekat kepada Tuhan, sehingga mereka merasa dapat melihat Tuhan dengan hati sanubari (bashirah), bahkan bersatu dengan Tuhan. Jalan yang dimaksud tidak lain adalah jalan tasawuf atau yang oleh orang Barat disebut mistisisme Islam ‘Islam mysticism’

Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > B Philosophy (General)
Depositing User: Juhaidi Ahmad AJ
Date Deposited: 22 Jul 2015 01:41
Last Modified: 22 Jul 2015 12:23
URI: http://idr.iain-antasari.ac.id/id/eprint/480

Actions (login required)

View Item View Item