EMPOWERS IDR

Penelusuran Data IDR
Telusuri data di dalam IDR kami menggunakan fungsi penelusuran lengkap (advanced).
Update Data IDR Terbaru

Lihat data yang sudah kami tambahkan ke IDR dalam seminggu terakhir.
Pedoman Unggah Mandiri
Sebelum mengupload dokumen, pastikan membaca Pedoman Unggah Mandiri untuk Depositor.
Traffic Pengunjung

Lihat traffic IDR kami. Dari mana mereka datang, device yang dipakai, konten apa saja yang mereka akses - cari, etc.

Pluralisme Agama dan Dialog Teologi

Wardani, Wardani (2001) Pluralisme Agama dan Dialog Teologi. Khazanah Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan (55).

[img]
Preview
Text
Pluralisme Agama.pdf

Download (5MB) | Preview

ABSTRAK

Kemajemukan dalam beragama merupakan kenyataan yang di satu sisi merupakan anugerah Tuhan, namun di sisi lain, karena disikapi secara keliru, juga sering menyebabkan konflik, sebagaimana yang terjadi di Ambon di awal tahun 1999. Akar dari konflik tersebut, di samping kemungkinan disebabkan faktor sosial dan politik, juga tidak pelak lagi adalah karena ari klaim kebenaran masing-masing penganut agama. Artikel ini menjelaskan problem pluralisme agama dan kemungkinan solusi terhadap konflik yang ditimbulkan oleh keragaman tersebut. Solusi yang sering ditawarkan adalah dialog pada tataran teologis. Artikel ini berkesimpulan bahwa dialog teologis adalah tawaran elitis, karena persoalan keselamatan sulit untuk dipertemukan seiring dengan kuatnya klaim kebenaran. Tawaran yang realistis adalah dialog pada tingkat etis, yaitu respon bersama umat beragama terhadap isu-isu etis di sekeliling mereka, seperti isu etis di balik kerusakan lingkungan dan bagaimana etika agama mengatasinya. Tawaran lain dalam menghadapi keragaman agama adalah perspektif filsafat perennial tentang kesatuan transendental agama-agama pada tingkat esoteris. Namun, tawaran ini, sama halnya dengan dialog teologis, hanya menyentuh kalangan elitis. Alasan terpenting tentang tidak mungkinnya dialog teologis dan kesatuan agama-agama, serta ini sekaligus menjadi solusi keragaman itu adalah perlunya kita menyadari bahwa agama memiliki dimensi yang absolut (kebenaran teologis) dan yang relatif (interpretasi dan penerapan yang tergantung dengan berbagai konteks). Inklusivitas sangat terkait dengan dimensi terakhir. Kata-kunci: pluralisme, dialog teologis, absolusitas, relativitas, filsafat perennial, klaim kebenaran

Item Type: Article
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
Depositing User: Juhaidi Ahmad AJ
Date Deposited: 05 Feb 2016 06:00
Last Modified: 05 Feb 2016 06:00
URI: http://idr.iain-antasari.ac.id/id/eprint/4002

Actions (login required)

View Item View Item