EMPOWERS IDR

Penelusuran Data IDR
Telusuri data di dalam IDR kami menggunakan fungsi penelusuran lengkap (advanced).
Update Data IDR Terbaru

Lihat data yang sudah kami tambahkan ke IDR dalam seminggu terakhir.
Pedoman Unggah Mandiri
Sebelum mengupload dokumen, pastikan membaca Pedoman Unggah Mandiri untuk Depositor.
Traffic Pengunjung

Lihat traffic IDR kami. Dari mana mereka datang, device yang dipakai, konten apa saja yang mereka akses - cari, etc.

Difusi Inovasi Pendidikan Pada Pesantren Di Kalimantan Selatan (Sebuah Kajian untuk Menentukan Model Pembinaan dan Pengembangan Pesantren di Kalimantan Selatan)

Sabda, Syaifuddin Difusi Inovasi Pendidikan Pada Pesantren Di Kalimantan Selatan (Sebuah Kajian untuk Menentukan Model Pembinaan dan Pengembangan Pesantren di Kalimantan Selatan). Jurnal.

[img]
Preview
Text
DIFUSI INOVASI PENDIDIKAN PADA PESANTREN.pdf

Download (293kB) | Preview

ABSTRAK

Studi tentang inovasi pendidikan sampai penjelang abad XXI ini masih menunjukkan adanya ketifaklancaran dan ketidakefektifan upaya inovasi. Banyak inovasi yang “mandeg” atau bahkan “hilang” dari peredarannya. Istilah “madeg” dan “hilang” menurut Ibrahim (1996) menunjukkan bahwa: (1) inovasi secara formal tidak didorong untuk diteruskan, bahkan dinyatakan berakhir secara formal; (2) inovasi masih dilanjutkan secara formal, tetapi kenyataannya di lapangan, inovasi semakin memudar dan akhirnya hilang lenyap sama sekali. Dari sejumlah penelitian yang telah dilakukan para pakar terhadap pesantren, dapat ditangkap bahwa ada “trend” yang berkembang di pesantren untuk mengembangkan pesantren masing-masing ke arah sebuah pendidikan yang inovatif yang mampu menjawab berbagai tantangan perkembangan zaman. Meskipun perkembangan itu sendiri sering dipandang sebagai suatu tantangan baru bagi dunia pendidikan pesantren untuk tetap mempertahankan atau berpijak pada akar tradisi dan nilai spiritual yang dimilikinya. Mastuhu (1994: 55), memperlihatkan adanya dinamika tersebut dalam sistem pendidkan pesantren, sehingga melahirkan perluasan makna bagi pendidikan pesantren. Ia menyebutkan istilah “tradisional” yang masih dilabelkan kepada pesantren, tidak lagi hanya berarti bahwa lembaga tersebut tidak mengikuti perkembangan, tetapi istilah tersebut lebih memberi konotasi bahwa lembaga tersebut telah memiliki usia yang cukup tua, telah berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak dari zaman tradisional (sekitar 300 – 400 tahun silam). Ini berarti, walaupun sebuah pesantren masih menyandang label tradisional, namun tidak berarti pesantren tersebut tidak melakukan inovasi atau pembaruan dalam pendidikannnya.

Item Type: Article
Subjects: L Education > L Education (General)
Depositing User: Prof.Dr. Syaifuddin Sabda, M.Ag.
Date Deposited: 13 Jul 2015 01:35
Last Modified: 13 Jul 2015 01:35
URI: http://idr.iain-antasari.ac.id/id/eprint/257

Actions (login required)

View Item View Item