EMPOWERS IDR

Penelusuran Data IDR
Telusuri data di dalam IDR kami menggunakan fungsi penelusuran lengkap (advanced).
Update Data IDR Terbaru

Lihat data yang sudah kami tambahkan ke IDR dalam seminggu terakhir.
Pedoman Unggah Mandiri
Sebelum mengupload dokumen, pastikan membaca Pedoman Unggah Mandiri untuk Depositor.
Traffic Pengunjung

Lihat traffic IDR kami. Dari mana mereka datang, device yang dipakai, konten apa saja yang mereka akses - cari, etc.

REALITAS PERAN KANTOR URUSAN AGAMA DALAM UPAYA PENCEGAHAN PERCERAIAN DINI (Studi Kasus di Kota Banjarmasin

Rahmat, Andy W (2015) REALITAS PERAN KANTOR URUSAN AGAMA DALAM UPAYA PENCEGAHAN PERCERAIAN DINI (Studi Kasus di Kota Banjarmasin. Tesis, Pascasarjana.

[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (251kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (594kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB IV.pdf

Download (282kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (406kB) | Preview

ABSTRAK

Latar belakang penelitian ini berkaitan fakta kebedaan Kantor Urusan Agama (KUA) dianggap vital dalam upaya pencegahan perceraian dini. Sebab, keberadaannya sebagai sarana awal membentuk keluarga, untuk pembinaan keluarga dan tempat meminta solusi pemecahan masalah keluarga. Selain itu, sebelum bercerai ke Pengadilan Agama biasanya catin berkonsultasi masalah keluarga ke KUA, termasuk pula yang usia pernikahannya belum lama menikah. Disisi lain adanya fakta angka perceraian di Kota Banjarmasin semakin meningkat, yang jumlahnya hampir 26,30 % pada tahun 2013. Penelitian ini merupakan penelitian normatif yang bersifat lapangan (field research). Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi, kemudian diolah dengan teknik editing, ketegorisasi dan matrikasi. Data tersebut kemudian dianalisis secara kualitatif normatif sehingga ditarik kesimpulannya. Dari hasil penelitian, realitas peran KUA dalam upaya pencegahan perceraian dini, ialah melalui pemberian pemahaman hidup berkeluarga dan keagamaan melalui program pra nikah, program pasca nikah, program konsultasi hukum perkawinan, program sosialisasi dalam upaya pencegahan perceraian, program keluarga sakinah, dan program penyediaan buku-buku dan brosur-brosur. Faktor pendukung peran KUA dalam upaya pencegahan perceraian dini, ialah (1) besarnya harapan calon pengantin dan keluarganya ketika proses akad nikah, (2) aktifnya calon pengantin menghadiri penasihatan nikah, (3) ketersediaan tenaga penasihatan dan sarana yang mendukung. Faktor penghambatnya ialah (1) banyaknya keluarga bermasalah langsung menyelesaikannya melalui perceraian di PA tanpa melalui KUA, (2) posisi atau status lembaga BP.4 yang tidak ada dana operasionalnya, dan (3) masih adanya pasangan calon pengantin yang tidak menghadiri acara penasihatan nikah di KUA. Dari hasil analisis, relevansi peran KUA dalam upaya pencegahan perceraian dini di Kota Banjarmasin menjadi sangat terkait dan penting sebab pembekalan singkat (short course) sebagai bekal bagi calon mempelai untuk memahami secara subtansial seluk beluk hidup berkeluarga, agar masalah yang timbul dapat diminimalisir dengan baik agar tidak terjadi kasus perceraian dini. Karena itu, peran KUA disini sangat integral dengan tujuan syara dalam prinsipnya mengacu pada aspek perwujudan kemaslahatan keluarga. Sebab perceraian dalam hukum Islam merupakan pintu darurat, berakibat merugikan, bukan saja kepada kedua belah pihak tetapi juga mengorbankan anak-anak dan masyarakat pada umumnya, serta tidak terwujudnya keluarga sakinah.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
Depositing User: Mrs. Mur Tini
Date Deposited: 09 Jul 2015 01:04
Last Modified: 09 Jul 2015 01:04
URI: http://idr.iain-antasari.ac.id/id/eprint/172

Actions (login required)

View Item View Item