EMPOWERS IDR

Penelusuran Data IDR
Telusuri data di dalam IDR kami menggunakan fungsi penelusuran lengkap (advanced).
Update Data IDR Terbaru

Lihat data yang sudah kami tambahkan ke IDR dalam seminggu terakhir.
Pedoman Unggah Mandiri
Sebelum mengupload dokumen, pastikan membaca Pedoman Unggah Mandiri untuk Depositor.
Traffic Pengunjung

Lihat traffic IDR kami. Dari mana mereka datang, device yang dipakai, konten apa saja yang mereka akses - cari, etc.

Ekspresi Emosi Remaja Dalam Pola Asuh Otoriter (Studi Kasus di Kecamatan Daha Utara Negara Kabupaten Hulu Sungai Selatan)

Hardiyanti, Siti (2015) Ekspresi Emosi Remaja Dalam Pola Asuh Otoriter (Studi Kasus di Kecamatan Daha Utara Negara Kabupaten Hulu Sungai Selatan). Skripsi, Ushuluddin dan Humaniora.

[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (164kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (203kB) | Preview

ABSTRAK

Siti Hardiyanti: 1101451196, 2015. Ekspresi Emosi Remaja Dalam Pola Asuh Otoriter (Studi Kasus di Kecamatan Daha Utara Negara Kabupaten Hulu Sungai Selatan), Pembimbing: (1) Drs. H. Murjani Sani, M. Ag, (2) Mubarak M.A. Kata kunci: ekspresi emosi, remaja, pola asuh otoriter. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah remaja yang tidak lepas dari berbagai aspek yang melekat pada mereka, mulai dari kondisi emosi yang masih labil, semangat berkreasi yang sangat tinggi dan kadang meluap-luap serta keinginan untuk bisa tampil eksis di lingkungannya. Kesalahan perlakuan atau pemenuhan pada beberapa aspek tersebut sering kali menimbulkan masalah tersendiri. Orang tua sangat berperan dalam membentuk dan mendidik anak untuk masa depannya. Perilaku seorang anak tidak lepas dari pengaruh didikan orang tuanya. Orang tua yang memberikan pola yang sangat mengikat seperti memberi banyak aturan, dan mengharapkan kepatuhan pada anak yang berdasarkan emosi daripada pengertian, akan menghasilkan anak yang mengalami perkembangan yang kurang diinginkan, seperti kurang percaya diri, tertutup, pendiam dan yang lainnya. Hal tersebut karena akibat dari kurangnya mengekspresikan emosi yang dialaminya. Ekspresi emosi adalah suatu bentuk komunikasi kepada orang lain dari sebuah keadaan (emosi) perasaan yang dialami, dan ditampilkan melalui ekspresi wajah, nada suara, gerak atau isyarat tubuh dan sebagainya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan ekspresi emosi yang terjadi pada remaja dalam pola asuh otoriter dan memaparkan dampak-dampak yang terjadi pada remaja dalam pola asuh otoriter. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian ini berjumlah 4 orang remaja yang berusia 13-15 tahun bertempat tinggal di Kecamatan Daha Utara Negara Kebupaten Hulu Sungai Selatan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan dari hasil penelitian bahwa ekspresi emosi yang terjadi pada remaja dalam pola asuh otoriter antara lain remaja mengalami berbagai macam bentuk emosi, rata-rata mengalami emosi sedih, marah dan takut. Emosi ini rata-rata ditampilkan mereka melalui ekspresi wajah, nada suara, gerak dan isyarat tubuh, dan tindakan emosional lainnya sesuai variasi emosinya. Adapun dampak-dampak yang terjadi pada remaja dalam pola asuh otoriter, diantaranya menjadi pendiam, pemalu, kurang percaya diri, kurang pergaulan, tertutup, penakut, anti sosial, sensitif dan bersikap agresif. Hal tersebut disebabkan kurangnya kebebasan, banyak mendapat pengekangan dan kurang mampu menampilkan ekspresi emosinya secara lepas dan baik serta lebih menyembunyikan segala perasaan yang mereka alami daripada melepaskannya secara bebas.

Item Type: Skripsi
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Depositing User: Zulkifli Ariyadi
Date Deposited: 21 Aug 2015 13:02
Last Modified: 21 Aug 2015 13:02
URI: http://idr.iain-antasari.ac.id/id/eprint/1509

Actions (login required)

View Item View Item