EMPOWERS IDR

Penelusuran Data IDR
Telusuri data di dalam IDR kami menggunakan fungsi penelusuran lengkap (advanced).
Update Data IDR Terbaru

Lihat data yang sudah kami tambahkan ke IDR dalam seminggu terakhir.
Pedoman Unggah Mandiri
Sebelum mengupload dokumen, pastikan membaca Pedoman Unggah Mandiri untuk Depositor.
Traffic Pengunjung

Lihat traffic IDR kami. Dari mana mereka datang, device yang dipakai, konten apa saja yang mereka akses - cari, etc.

Etika Guru dan Murid Perspektif Syaikh Abdussamad Al-Falimbani dan Syaikh Muhammad Athiyyah Al-Abrasy

Syahrawi, Syahrawi (2015) Etika Guru dan Murid Perspektif Syaikh Abdussamad Al-Falimbani dan Syaikh Muhammad Athiyyah Al-Abrasy. Tesis, Pascasarjana. (Unpublished) (Unpublished) (Unpublished)

[img]
Preview
Text
Bab I.pdf

Download (220kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab V.pdf

Download (273kB) | Preview

ABSTRAK

Syahrawi, Etika Guru dan Murid Perspektif Syaikh Abdussamad Al-Falimbani dan Syaikh Muhammad Athiyyah Al-Abrasy, dibawah bimbingan I Prof. Dr. H. Mahyuddin Barni, M.Ag. dan II Dr. Hairul Hudaya, M.Ag. Tesis, pada Program Pascasarjana IAIN Antasari Banjarmasin, 2015. Kata Kunci : Etika, Guru, dan Murid. Persoalan etika guru dan murid telah menjadi perhatian dan pemikiran para ahli pendidikan Islam sejak era klasik sampai sekarang. Sehingga tidaklah mengherankan banyak kitab-kitab yang dikarang oleh ulama-ulama terdahulu dan ulama sekarang memberikan bab khusus mengenai bagaimana etika seorang guru dan murid dalam komunikasi antara guru dan murid. Diantara para tokoh pemikir yang memberikan perhatian khusus mengenai etika guru dan murid tersebut adalah Syaikh Abdussamad al-Falimbani dan Syaikh Athiyyah al-Abrasy. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research). Untuk menggali datanya digunakan teknik survey kepustakaan (studi literatur). Hasilnya diolah dengan teknik editing dan interpretasi. Kemudian dianalisis secara kualitatif. Syaikh Abdussamad al-Falimbani adalah tokoh sufi di mana hal ini dapat dilihat dari pemikiran beliau yang tertuang dalam kitab-kitab karangannya. Diantara kitab karangannya yang terkenal di nusantara khususnya di Kalimantan Selatan adalah Hidayat as-Saalikin dan Sair as-Salikin. Beliau termasuk tokoh yang hidup di abad pertengahan. Namun demikian walaupun beliau sebagai tokoh tasawuf ternyata juga memiliki pemikiran tentang pendidikan. Satu bab khusus beliau berikan untuk memberikan penjelasan tentang pendidikan yakni pada bab Adab al- ‘alim (etika guru) dan Adab al-muta’allim (etika murid). Hal ini dimaksudkan oleh beliau agar menjadi pedoman dan pegangan bagi dunia pendidikan secara umum dan khususnya untuk guru dan murid. Menurut Syaikh Abdussamad al-Falimbani, seorang guru hendaknya memiliki sifat sabar dalam menghadapi segala sesuatu yang datang dari muridnya. Namun demikian tidak sedikit murid yang bersifat sombong kepada gurunya maka menurut beliau sedikit tegas dan keras akan menjadi sedekah bagi murid tersebut. Sedangkan Syaikh Athiyyah al-Abrasy adalah tokoh dunia pendidikan Islam yang hidup di abad modern. Beliau banyak menuangkan pemikiran dalam kitab-kitab karangannya. Diantara kitab yang sering menjadi rujukan bagi tokoh pendidikan zaman sekarang adalah Tarbiyat al-Islam wa Falasifatuha. Menurut beliau baik guru maupun murid sama-sama harus memiliki etika dalam proses interaksi belajar mengajar. Guru adalah yang membimbing murid untuk mengetahui dan mengenal akan tuhannya.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: L Education > L Education (General)
Depositing User: Mr. Moch Isra Hajiri
Date Deposited: 20 Aug 2015 02:43
Last Modified: 20 Aug 2015 02:43
URI: http://idr.iain-antasari.ac.id/id/eprint/1481

Actions (login required)

View Item View Item