EMPOWERS IDR

Penelusuran Data IDR
Telusuri data di dalam IDR kami menggunakan fungsi penelusuran lengkap (advanced).
Update Data IDR Terbaru

Lihat data yang sudah kami tambahkan ke IDR dalam seminggu terakhir.
Pedoman Unggah Mandiri
Sebelum mengupload dokumen, pastikan membaca Pedoman Unggah Mandiri untuk Depositor.
Traffic Pengunjung

Lihat traffic IDR kami. Dari mana mereka datang, device yang dipakai, konten apa saja yang mereka akses - cari, etc.

Hubungan Antara Kecerdasan Spiritual Dengan Sikap Terhadap Perilaku Seksual Pada Pelajar (Remaja) Kelas XI MAN 2 Model Banjarmasin

Ibrahim, Idrus (2015) Hubungan Antara Kecerdasan Spiritual Dengan Sikap Terhadap Perilaku Seksual Pada Pelajar (Remaja) Kelas XI MAN 2 Model Banjarmasin. Skripsi, Ushuluddin Dan Humaniora.

[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (138kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB IV.pdf

Download (294kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Tambahan BAB I.pdf

Download (93kB) | Preview

ABSTRAK

Ibrahim Idrus: 0901450769, Hubungan Antara Kecerdasan Spiritual Dengan Sikap Terhadap Perilaku Seksual Pada Pelajar (Remaja) Kelas XI MAN 2 Model Banjarmasin, Skripsi, IAIN Antasari Banjarmasin, 2014. Dr. Irfan Noor, M. Hum Kata kunci: kecerdasan spiritual, sikap, perilaku seksual, remaja Fenomena perilaku seksual pada pelajar (remaja) belakangan ini makin merajalela. Perilaku seksual adalah segala macam bentuk perilaku yang dapat membangkitkan gairah seksual. Gejala perilaku seksual ini sudah masuk ke lingkungan MAN. Meskipun para pelajar MAN yang notabene berada di lingkungan dan budaya sosial yang agamis, masih bisa ditemui adanya gejala perilaku seksual. Perlu adanya “benteng” dari dalam diri pelajar untuk bisa mengelola dorongan-dorongan seks. Benteng tersebut adalah kecerdasan spiritual. Kecerdasan spiritual berfungsi untuk mengelola dan mengarahkan dorongan dalam diri perlajar ke arah yang lebih bermakna dan bernilai positif. Penelitian ini mengkaji tentang tingkat kecerdasan spiritual, sikap terhadap perilaku seksual dan hubungan antara kecerdasan spiritual dengan sikap terhadap perilaku seksual pada pelajar (remaja) serta mengkaji faktor yang mendorong munculnya perilaku seksual tersebut. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan yang negatif antara kecerdasan spiritual dengan sikap terhadap perilaku seksual. Semakin tinggi kecerdasan spiritual maka semakin rendah sikap terhadap perilaku seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat kecerdasan spiritual, bagaimana sikap terhadap perilaku seksual dan bagaimana hubungan antara kecerdasan spiritual dengan sikap terhadap perilaku seksual, serta faktor-faktor yang mendorong perilaku seksual pada pelajar (remaja) kelas XI MAN 2 Model Banjarmasin. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan desain penelitian kuantitatif. Pendekatan yang digunakan bersifat korelasional bivariat. Variabel penelitian adalah kecerdasan spiritual (variabel bebas/ X) dan variabel perilaku seksual remaja (variabel terikat/ Y). Populasi kelas XI berjumlah 352 dan 20% nya diambil untuk dijadikan sampel sebanyak 70. Untuk pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling, teknik pengambilan data dengan menyebarkan kuisioner (angket) dengan skala Likert. Analisisnya menggunakan teknik korelasi Product Moment dari Pearson dengan bantuan program Statistical Packages for Social Sciences (SPSS) for Windows Release 19. Analisis data dengan SPSS menghasilkan tingkat kecerdasan spiritual berada pada kategori sedang dengan prosentase 64,1% sebanyak 44 orang. Sikap terhadap perilaku seksual berada pada kategori sedang dengan prosentase 66,7% sebanyak 46 orang. Berdasarkan hasil analisis hipotesis dengan korelasi Product Moment dari Pearson didapatkan nilai koefeisien -0,171. Sehingga terdapat hubungan negatif yang sangat kuat antara kecerdasan spiritual dengan sikap terhadap perilaku seksual. Artinya semakin tinggi kecerdasan spiritual maka semakin rendah sikap terhadap perilaku seksual. Sehingga hipotesis dalam penelitian ini diterima. Faktor-faktor yang mendorong munculnya perilaku seksual pada pelajar (remaja) kelas XI MAN 2 Model Banjarmasin terbagi menjadi dua, yaitu internal meliputi lemah iman dan Hawa nafsu. Dan eksternal meliputi melihat film, perasaan tak karuan dan suasana.

Item Type: Skripsi
Subjects: L Education > L Education (General)
Depositing User: atailah atay wahdah
Date Deposited: 11 Aug 2015 02:08
Last Modified: 11 Aug 2015 02:08
URI: http://idr.iain-antasari.ac.id/id/eprint/1288

Actions (login required)

View Item View Item