EMPOWERS IDR

Penelusuran Data IDR
Telusuri data di dalam IDR kami menggunakan fungsi penelusuran lengkap (advanced).
Update Data IDR Terbaru

Lihat data yang sudah kami tambahkan ke IDR dalam seminggu terakhir.
Pedoman Unggah Mandiri
Sebelum mengupload dokumen, pastikan membaca Pedoman Unggah Mandiri untuk Depositor.
Traffic Pengunjung

Lihat traffic IDR kami. Dari mana mereka datang, device yang dipakai, konten apa saja yang mereka akses - cari, etc.

Ruqyah Syar’iyyah untuk Penderita Gangguan Kesurupan di Pondok Sehat Al Wahida Kota Banjarmasin (Tinjauan Psikologis)

Nor Halimah, Nor Halimah (2015) Ruqyah Syar’iyyah untuk Penderita Gangguan Kesurupan di Pondok Sehat Al Wahida Kota Banjarmasin (Tinjauan Psikologis). Skripsi, Ushuluddin dan Humaniora.

[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (78kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB IV.pdf

Download (61kB) | Preview

ABSTRAK

Nor Halimah, 0901450780, Ruqyah Syar’iyyah untuk Penderita Gangguan Kesurupan di Pondok Sehat Al Wahida Kota Banjarmasin (Tinjauan Psikologis), Pembimbing: Drs. Arni Daily, M.Fil.I Kata Kunci: Ruqyah syar’iyyah, Penderita gangguan kesurupan 1. Bertolak dari latar belakang banyaknya fenomena masyarakat yang mengalami tekanan sosial dan gangguan jiwa yang mengakibatkan kehilangan kepribadian asli pada diri mereka, menampakkan diri dalam prilaku yang menyimpang, melakukan pelanggaran-pelanggaran terhadap hukum-hukum Allah, melalaikan bahkan mungkin meremehkan perintah-Nya tersebut. Sehingga setan dapat dengan mudah masuk dalam tubuh manusia lewat aliran darah, lalu mengendalikan pikiran serta perasaan dan menyebabkan kesurupan. Dilihat bahwa terapi ruqyah syar’iyyah dapat menjadi pilihan sebagai terapi bagi pasien gangguan kesurupan. Sehingga Pondok Sehat Al Wahida sebagai salah satu tempat yang menggunakan ruqyah syar’iyyah dipilih sebagai lokasi penelitian. Pokok-pokok Permasalahan yaitu: a. bagaimana eksistensi Pondok Sehat Al Wahida di Kota Banjarmasin, b. bagaimana kondisi pasien yang menderita gangguan kesurupan di Pondok Sehat Al Wahida Kota Banjarmasin dan, c. bagaimana penerapan ruqyah syar’iyyah pada pasien gangguan kesurupan di Pondok Sehat Al Wahida Kota Banjarmasin. 2. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah pasien yang terkait gangguan kesurupan dan objek dalam penelitian ini adalah penerapan ruqyah syar’iyyah dalam menangani pasien gangguan kesurupan yang digunakan di Pondok Sehat Al Wahida kota Banjarmasin.. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berasal dari responden, informan, dan dokumen yang terkait penelitian. Teknik yang digunakan untuk memperoleh data adalah dengan observasi, wawancara, dan dokumenter. Data yang diperoleh diolah dan dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif. 3. Hasil penelitian berupa: a. Pondok Sehat Al Wahida berada di Jl. Manggis, No. 2 Rt 20, yang didirikan oleh Bapak Humaidi Idris, S.Pd., beserta istri, Ibu Chairunnisa, S.Kep.,Ners., b. kondisi pasien penderita gangguan kesurupan sebagai trance yaitu: trance dissosiatif dan trance possession dissosiatif. Kesurupan sebagai hysteria, yaitu: lumpuh hysteria dan kejang hysteria, faktor yang mempengaruhi dilatarbelakangi problem psikologis, baik problem introvert, impulsif, maupun permasalahan dalam rumah tangganya, c. penerapan terapi ruqyah syar’iyyah yang diberikan pada penderita gangguan kesurupan meliputi tiga tahap, yaitu: 1) tahap pra ruqyah yang terdiri dari assesmen keluhan pasien 2) tahap proses ruqyah yang terdiri dari ruqyah syar’iyyah, menekan dan memukul serta pijitan, memberi motivasi internal pada pasien untuk mengeluarkan jin secara mandiri. 3) tahap pasca ruqyah yaitu penutup terapi yang berisi pesan yang bersifat ritualistik keagamaan, dan yang bersifat psikologis. Perubahan perilaku subjek pasca ruqyah adalah dapat mengidentifikasi, menghilangkan, dan melindungi diri dari hal yang dapat memicu kembalinya gangguan jin, dengan catatan faktor psikologis subjek dapat tertangani dengan baik. pelaksanaan ruqyah syar’iyyah ternyata sangat berpengaruh terhadap kesembuhan pasien gangguan kesurupan yang dimana kebanyakan pasien yang lebih nyaman dalam beribadah walaupun gangguan jin masih ada. Penerapan yang terdapat di Pondok Sehat Al Wahida sesuai dengan pengobatan dan terapi yang telah diajarkan oleh Rasulullah Saw. dan psikoterapi terutama psikoanalisa yaitu penerapan asosiasi bebas dan reedukasi serta katarsis. Penggunaan terapi pada psikoanalisa dilakukan dengan cara membawa pasien untuk mau menghadapi masalahnya, mengatasi masalah-masalah tersebut dan kemudian menjalani hidupnya dengan disertai kesadaran yang lebih besar atas motif-motif yang sesungguhnya ada pada dirinya (memperkuat ego). Jadi terapi ruqyah syar’iyyah dapat menjadi suatu solusi yang tepat dalam penanganan penderita gangguan kesurupan, dimana terapi ruqyah tidak hanya menjadi suatu sarana pendekatan diri kepada Allah SWT. tetapi juga menjadikan psikis seseorang menjadi sehat, dan normal.

Item Type: Skripsi
Subjects: L Education > L Education (General)
Depositing User: atailah atay wahdah
Date Deposited: 10 Aug 2015 04:32
Last Modified: 10 Aug 2015 04:32
URI: http://idr.iain-antasari.ac.id/id/eprint/1234

Actions (login required)

View Item View Item