EMPOWERS IDR

Penelusuran Data IDR
Telusuri data di dalam IDR kami menggunakan fungsi penelusuran lengkap (advanced).
Update Data IDR Terbaru

Lihat data yang sudah kami tambahkan ke IDR dalam seminggu terakhir.
Pedoman Unggah Mandiri
Sebelum mengupload dokumen, pastikan membaca Pedoman Unggah Mandiri untuk Depositor.
Traffic Pengunjung

Lihat traffic IDR kami. Dari mana mereka datang, device yang dipakai, konten apa saja yang mereka akses - cari, etc.

Pemahaman Masyarakat Tentang ‘Aşabah Dalam Pembagian Waris Di Desa Marampiau Kec. Candi Laras Selatan Kab. Tapin

Muhammad, Salim Ma’ruf (2015) Pemahaman Masyarakat Tentang ‘Aşabah Dalam Pembagian Waris Di Desa Marampiau Kec. Candi Laras Selatan Kab. Tapin. Skripsi, Syariah Dan Ekonomi Islam.

[img]
Preview
Text
BAB I-V.pdf

Download (799kB) | Preview

ABSTRAK

Muhammad Salim Ma’ruf. 2015. Pemahaman Masyarakat Tentang ‘Aşabah Dalam Pembagian Waris Di Desa Marampiau Kec. Candi Laras Selatan Kab. Tapin. Skripsi, Jurusan Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhshiyah) Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam. Pembimbing (I) Dr. H. M. Fahmi Al Amruzi, M.Hum, pembimbing (II) H. Haris Faulidi Asnawi, Lc., MSI. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kewarisan keluarga si A di Desa Marampiau Kec. Candi Laras Selatan Kab. Tapin dimana pemahaman itu berisi tentang ‘Aşabah mendapat bagian harta paling banyak diantara ahli waris lain, yang menjadi ‘Aşabah hanya anak laki-laki tertua saja dan dalam penyelenggaraan jenazah juga menggunakan harta pribadi (RN). Permasalahan yang diteliti dalam peneltian ini adalah pemahaman masyarakat di Desa Marampiau Kec. Candi Laras Selatan Kab. Tapin bahwa setiap ahli waris yang menjadi ‘Aşabah itu hanya anak laki-laki tertua dan mendapat paling banyak harta serta apa saja yang menjadi alasan atau dasar hukum yang dipakai. Jenis metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Research) dengan sifat penelitian deskriptif kualitatif dan menelaah data-data yang diperoleh dengan cara Wawancara (Interview) terhadap delapan ahli waris dalam keluarga si A dan tujuh anggota keluarga tetapi tidak mendapat bagian warisan di Desa Marampiau Kec. Candi Laras Selatan Kab. Tapin. Dengan hasil temuan bahwa ada masyarakat yang menganggap bahwa pemahaman antara Asbah dengan ‘Aşabah berbeda. Asbah dipahami sebagai anak laki-laki pertama, memiliki tanggungjawab yang besar dan tentunya mendapat bagian yang banyak. Bahkan hampir menguasai seluruh harta Tirkah dan khususnya dalam keluarga si A yang menjadi Asbah adalah RN dimana dalam pelaksanaan kewarisan itu RN memiliki kewajiban seperti pengurusan jenazah dan membayar utang-piutang pewaris menggunakan harta pribadi dan ada pula masyarakat yang beranggapan lain (Sesuai Fara>iḍ) dilatarbelakangi pendidikan yang memang memadai mengetahui tentang kewarisan.

Item Type: Skripsi
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman
Depositing User: Mrs. Mur Tini
Date Deposited: 06 Aug 2015 05:14
Last Modified: 06 Aug 2015 05:14
URI: http://idr.iain-antasari.ac.id/id/eprint/1133

Actions (login required)

View Item View Item