EMPOWERS IDR

Penelusuran Data IDR
Telusuri data di dalam IDR kami menggunakan fungsi penelusuran lengkap (advanced).
Update Data IDR Terbaru

Lihat data yang sudah kami tambahkan ke IDR dalam seminggu terakhir.
Pedoman Unggah Mandiri
Sebelum mengupload dokumen, pastikan membaca Pedoman Unggah Mandiri untuk Depositor.
Traffic Pengunjung

Lihat traffic IDR kami. Dari mana mereka datang, device yang dipakai, konten apa saja yang mereka akses - cari, etc.

FENOMENA SALAFI DI KALIMANTAN SELATAN

Syahbana, Takdir Ali (2014) FENOMENA SALAFI DI KALIMANTAN SELATAN. Skripsi, Fakultas Ushuluddin dan Humaniora.

[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (105kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB IV.pdf

Download (122kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (150kB) | Preview

ABSTRAK

Takdir Ali Syahbana, 1101411119, Fenomena Salafi di Kalimantan Selatan. Pembimbing I: Drs. H. M. Husaini Abbas, Pembimping II: Rahmadi, S,Ag, M.Pd.I. Pemikiran dalam sebuah agama memang tidak ada batasnya hingga melahirkan pemikiran-pemikiran yang berasal dari sosial lingkungan para pemikir. Salah satu paham Salafi pada masa kehidupan Ahmad bin Hanbal, Ibnu Taimiyah hingga kegenerasi reformasi Arab Saudi Muhammad bin Abdul Wahhab yang terkenal dengan pemahaman Wahabi. Pemahaman ini kemudian dikenal dengan Salafi. Istilah Salafi sendiri pertama kali dimunculkan oleh Ahmad bin Hanbal. Sejarah mencatat bahwa paham Salafi pertama kali masuk ke Indonesia pada tahun 1803 di Minangkabau yang dibawa oleh tiga orang Jamaah Haji dengan aktifitas yaitu meluruskan kembali masyarakat Minangkabau yang sangat menyimpang dari ajaran Islam. Lantas bagaimana dengan Kalimantan Selatan, di Kalimantan Selatan baru-baru ini ada sebuah isu sangat hangat yaitu munculnya paham baru yang dinilai sangat keras, mereka mengatakan syirik terhadap orang-orang ziarah ke kubur, serta mengatakan cara-cara ibadah sebagian kaum muslimin di Kalimantan Selatan tidak sesuai dengan apa yang telah diajarkan oleh Rasulullah saw. Berangkat dari isu-isu tentang adanya Salafi di Kalimantan Selatan tersebut, maka muncullah beberapa masalah yaitu: Bagaimana perkembangan dan tipologi pemikiran Salafi di Kalimantan Selatan, apa saja aktifitas salafi dan tempat apa saja yang mereka gunakan sebagai wadah dakwah mereka di Kalimantan Selatan, bagaimana metode dan media dakwah Salafi di Kalimantan Selatan, bagaimana hubungan mereka dengan masyarakat dan organisasi keagamaan non-Salafi di Kalimantan Selatan. Untuk menjawab pertanyaan di atas maka yang harus dilakukan adalah melakukan penelitian lapangan (Field research) degan cara observasi langsung secara partisipan. Artinya peneliti ikut langsung menjadi salah satu anggota Salafi dan selalu ikut dalam aktifitas Salafi di Kalimantan Selatan. Selain itu peneliti juga melakukan wawancara bebas baik dengan jamaah, masyarakat dan Ustadz Salafi. Setelah data terkumpul maka peneliti akan menganalisanya dengan beberepa teori sosiologi. Subjek penelitian ini adalah orang-orang yang bersangkutan dengan data yang diperlukan seperti Ustadz Salafi, jamaah, hingga masyarakat sekitar dengan objek yaitu beberapa permasalaan yang disebutkan di atas. Dari metode penelitian yang digunakan menjawab beberepa masalah yang menjadi objek maka tergambarlah beberapa fenomena tentang Salafi di Kalimantan Selatan yaitu: Salafi dalam bentuk dakwah pertama kali masuk ke Kalimantan Selatan pada tahun 2001 yang dibawa oleh Ustadz Aiman dan Mardatillah di Amuntai. Sedangkan Salafi yang perpusat pada praktik dan tidak terlalu mementingkan perkembangan, hadir di Kalimantan Selatan sejak tahun 1998-an yang dibawa oleh tiga orang Ustadz, yaitu Ustadz Aslam, Embah Kusnan dan Abu Yazid. Dalam perkembangan Salafi yang dibawa oleh Ustadz Aiman bisa dikatakan sangatlah berkembang, sejak hadirnya pada tahun 2001 dan aktif dalam dakwah tahun 2006 hingga sekarang, mereka sudah mempunyai fasilitas lengkap baik masjid, majlis ta’lim, tempat pendidikan, radio hingga unit usaha. Tipologi Salafi di Kalimantan Selatan yang utama adalah meluruskan paham masyarakat Kalimantan Selatan agar sesuai ajaran murni Islam dengan terapan pendekatan bukan radikal. Aktifitas mereka ada beberapa macam, pengajian, unit usaha, bakti sosial, seminar, pendidikan dan pembangunan. Selain itu mereka juga memanfaatkan ruang publik dalam dakwah, mulai dari media cetak, elektronik hingga internet. Dalam bidang sosial kegamaan, perbedaan paham memang sempat terjadi di kalangan muslim di Kalimantan Selatan. Karena pada dasarnya paham Salafi berbeda dengan paham masyarakat Kalimantan Selatan baik dari ormas Nahdatul Ulama hingga Muhammadiyah. Perbedaan paham di antara masyarakat dan ormas terhadap Salafi dianggap wajar, masing-masing pihak mengaku bahwa mereka adalah yang bena. Namun, dibalik semua itu klaim kebenaran yang terjadi antara masing-masing pihak memberikan manfaat, pihak salafi mampu menambah jamaah, pihak ormas mampu mempertahankan jamaah.

Item Type: Skripsi
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BT Doctrinal Theology
Depositing User: Zulkifli Ariyadi
Date Deposited: 04 Aug 2015 06:33
Last Modified: 04 Aug 2015 06:33
URI: http://idr.iain-antasari.ac.id/id/eprint/1080

Actions (login required)

View Item View Item