EMPOWERS IDR

Penelusuran Data IDR
Telusuri data di dalam IDR kami menggunakan fungsi penelusuran lengkap (advanced).
Update Data IDR Terbaru

Lihat data yang sudah kami tambahkan ke IDR dalam seminggu terakhir.
Pedoman Unggah Mandiri
Sebelum mengupload dokumen, pastikan membaca Pedoman Unggah Mandiri untuk Depositor.
Traffic Pengunjung

Lihat traffic IDR kami. Dari mana mereka datang, device yang dipakai, konten apa saja yang mereka akses - cari, etc.

Pemahaman Ulama Kabupaten Kapuas Terhadap Hadis Meniup Makanan dan Minuman

Soraya, Soraya (2014) Pemahaman Ulama Kabupaten Kapuas Terhadap Hadis Meniup Makanan dan Minuman. Skripsi, Fakultas Ushuluddin dan Humaniora.

[img]
Preview
Text
BAB I (1).pdf

Download (127kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (296kB) | Preview

ABSTRAK

Soraya. 1101421129. 2014. Pemahaman Ulama Kabupaten Kapuas Terhadap Hadis Meniup Makanan dan Minuman, Skripsi, Jurusan Tafsir Hadis Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Pembimbing Dra. Hj. Noor Ainah,M.Fil.I. dan Drs. H. Akhmad Zamani,M.Ag Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebanyakan masyarakat yang meniup makanan dan minuman yang panas untuk segera di santap, dengan alasan agar gigi tidak mudah rusak karena makanan dan minuman yang panas ataupun lainnya apabila memakan dan meminum yang panas atau ditinjau dari aspek kesehatan sangat tidak baik. Padahal Islam telah mengatur (sunnah) untuk tidak meniup makanan dan minuman tersebut. Melihat permasalahan ini peneliti merasa penting untuk melakukan penelitian dengan pemahaman/penjelasan para ulama kepada masyarakat bahwa meniup makanan dan minuman tersebut dilarang oleh agama sebagaimana hadis Nabi saw.. Adapun peneliti memilih Kabupaten Kapuas sebagai tempat penelitian dengan melihat berbagai kondisi dan situasi. Kabupaten Kapuas merupakan sebuah Kabupaten yang mayoritas penduduknya adalah muslim, akan tetapi juga masih banyak penduduknya yang beragama non muslim dan juga disini terdapat banyak ulama yang berperan penting dalam memberikan dakwah dan pengajian untuk menegakkan agama Islam disana. Jadi, pokok permasalahan yang diteliti adalah pemahaman ulama tehadap hadis larangan meniup makanan dan minuman. Peneliti memilih ulama sebagai subjek penelitian karena ulama adalah pengganti para Nabi untuk menyampaikan kebenaran dan memberikan penjelasan terhadap permasalahan yang dihadapi umat Islam. Khususnya, permasalahan tentang adab makan dan minum ataupun hukum yang terdapat di dalamnya. Dengan demikian, tidak akan ada lagi yang mengabaikan hadis Nabi Muhammad saw. Ataupun yang bersumber dari al-Qur’ān. Bentuk penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan fiqh al-hadīts. Dalam hal ini, peneliti memilih 9 orang ulama Kabupaten Kapuas untuk subjek penelitian terhadap pemahaman hadis larangan meniup makanan dan minuman. Ulama-ulama tersebut berdomisili di tiga kecamatan yang ada di Kabupaten Kapuas, yaitu: Kecamatan Selat, Kecamatan Kapuas Timur, dan Kecamatan Kapuas Hilir. Pemahaman ulama terhadap hadis larangan meniup makanan dan minuman secara tekstual bahwa hukum dari meniup makanan dan minuman ini adalah makruh. Dan pembahasan meniup makanan dan minuman ini termasuk dalam adab atau etika makan dan minum menurut Islam. Sedangkan pemahaman ulama terhadap hadis meniup makanan dan minuman secara kontekstual, dengan berbagai pertimbangan mereka (para ulama) diantaranya : dapat berakibatkan mendatangkan penyakit, membuat rasa jijik terhadap makanan dan minuman, dapat menghilangkan berkah terhadap makanan dan minuman, kerusakan pada anggota dalam tubuh, dikhawatirkan ada bakteri-bakteri yang jatuh ke dalam makanan dan minuman, dan sebagainya.

Item Type: Skripsi
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BT Doctrinal Theology
Depositing User: Zulkifli Ariyadi
Date Deposited: 04 Aug 2015 01:27
Last Modified: 04 Aug 2015 01:27
URI: http://idr.iain-antasari.ac.id/id/eprint/1006

Actions (login required)

View Item View Item